Soal Pekerjaan, Dik Doank Ogah Pilih 'Money Oriented'

Yunita Rachmawati | 02 April 2008, 19:11 WIB
Kapanlagi.com - Jiwa sosial Dik Doank memang pantas ditiru. Bukan hanya melakukan kegiatan berbau sosial, tapi ia juga menjadi pemilih dalam urusan pekerjaan. Menurut pemilik nama lengkap Raden Rizki Mulyawan Kertanegara Hayang Denda Kusuma ini, pekerjaan bukan hanya sekedar untuk keperluan dunia, tapi juga bekal bagi kehidupan abadi di akhirat kelak. Dengan bekal prinsip itu, ia mau bekerja sama lagi dengan salah satu perusahaan farmasi.

"Saya bersedia untuk bekerja sama kembali dengan PT Bintang Toedjoe bukan atas dasar uang yang ditawarkan, melainkan produsen Extra Joss ini melakukan tindakan nyata seputar masalah sosial," kata pria 39 tahun ini di Hotel Novotel Semarang, Rabu (2/4).

Di hadapan Presiden Direktur PT Bintang Toedjoe, Budi Dharma Wreksoatmodjo dan wartawan, Dik Doank juga menceritakan 'perseteruan'-nya dengan perusahaan farmasi nasional tersebut.

Pada 2004, bertepatan dengan ajang Piala Dunia, dia dikontrak salah satu stasiun televisi swasta. "Bukan karena SCTV, saya tidak mau bekerja sama lagi dengan perusahaan itu, melainkan visi kita ketika itu berbeda. Kalau berdasarkan uang, saya tidak mau," akunya.

Sebelum menjalin kerja sama kembali dengan PT Bintang Toedjoe, pria kelahiran Jakarta, 21 September 1968 ini sempat menjadi bintang dalam iklan produk minuman energi Extra Joss bersama bintang sepak bola Italia, Alessandro Del Piero.

Kini, dia mau menerima tawaran kembali PT Bintang Toedjoe dalam program Corporate Social Responsibility (CSR). Program ini mencakup berbagai kegiatan, antara lain menjadi sponsor berbagai acara olahraga dalam negeri, baik di tingkat nasional maupun internasional, seperti Piala Thomas dan Piala Eropa 2008.

"Menurut saya, kebaikan yang telah dilakukan produsen Extra Joss untuk masyarakat tidak perlu ditutup-tutupi. Itu semuanya dalam rangka syiar agar orang lain berbuat hal yang sama," kata peraih penghargaan AMI kategori country/balada tahun 1998 ini. (*/boo)

Editor:  

Yunita Rachmawati