Sosok Gus Miftah. Sahabat Sekaligus Guru Spiritual Yang Mengislamkan Deddy Corbuzier

Dhimas Nugraha | Kamis, 20 Juni 2019 16:12 WIB
Sosok Gus Miftah. Sahabat Sekaligus Guru Spiritual Yang Mengislamkan Deddy Corbuzier

Kapanlagi.com - Kabar Deddy Corbuzier menjadi mualaf sedang santer dibicarakan publik. Presenter kondang tersebut kabarnya sudah mempelajari agama Islam selama delapan bulan yang dibimbing oleh Gus Miftah

Selain itu, prosesi pembacaan syahadat oleh Deddy Corbuzier juga akan dituntun oleh Gus Miftah di Jogjakarta pada tanggal 21 Juni 2019 mendatang. Tentu masih banyak yang penasaran dengan sosok Gus Miftah. Bagaiamana caranya ia bisa mengubah Deddy Corbuzier yang terkenal dengan pemikirannya yang kritis dan keras menjadi seorang mualaf?

 

1 dari 4 halaman

1. Dakwah di Tempat Hiburan Malam

Dakwah di Tempat Hiburan Malam Gus Miftah kembali berdakwah di tempat hiburan malam di Yogyakarta (Liputan6.com/Switzy Sabandar)
Bernama lengkap Miftah Maulana Habiburrahman, Gus Miftah sudah memulai dakwahnya sejak masih muda. Kiai ini tergolong sangat nyentrik, jika biasanya kiai lain berdakwah di masjid atau di sebuah lapangan luas, Gus Miftah lebih memilih berdakwah di tempat-tempat tak biasa. 

Kiai berambut gondrong ini kerap berdakwah di tempat-tempat, seperti hiburan malam dan lokalisasi. Dan dakwah ini sudah ia lakukan selama 14 tahun. Berdakwah di tempat seperti memang tidak mudah, ia mengaku pernah mendapat ancaman fisik selama berdakwah. 

"Perlawanan terkeras saat itu, yang akhirnya jadi jamaah saya seorang preman besar di Jogja. Dia pegang leher saya lalu bilang, 'Kamu berani macem-macem di tempat ini kamu saya bunuh'. Itu awal-awal dan saya masih mahasiswa, tapi saya bilang ke beliaunya, tolong kasih saya waktu menjelaskan apa yang ingin saya lakukan," tuturnya dikutip dari liputan6.com

2 dari 4 halaman

2. Pandangan Yang Berbeda

Pandangan Yang Berbeda Gus Miftah berdakwah di tempat hiburan malam di Yogyakarta (Liputan6.com/Switzy Sabandar)
Selain nyentrik dan berani, Gus Miftah juga memiliki sudut pandang yang sedikit berbeda dalam dakwahnya dengan mendatangi komplek hiburan malam dan prostitusi.

"Berikanlah pakaian pada mereka yang telanjang berikanlah tongkat pada mereka yang buta," ungkapnya.

"Konsep berbagi saya sampaikan pada mereka. Bodi mereka memang maksiat tapi saya yakin kalau ada semacam siraman rohani ada bimbingan hati mereka tidak akan ikut bermaksiat," jelasnya. 

3 dari 4 halaman

3. Tidak Minta Bayaran

Kiai pengasuh pondok pesantren Ora Aji Jogjakarta ini tak pernah meminta bayaran ketika berdakwah di cafe atau tempat hiburan malam. Ia menolak jika dituduh melacurkan agama. 

Menurut Gus Miftah, banyak yang beranggapan jika berdakwah di cafe atau klub malam karena mereka adalah kalangan berduit. Padahal ia sama sekali tak menerima bayaran dari aktivitasnya tersebut. 

Bahkan, ketika ada undangan untuk berdakwah di salah satu tempat hiburan malam, semua biaya akomodasi ia keluarkan dari kantongnya sendiri.

"Bahkan kalau di Pasar Kembang saya sendiri juga ikut membantu menyiapkan konsumsi," ucapnya.

4 dari 4 halaman

4. Prinsip Tak Merokok dan Tidak Minum

Sahabat Deddy Corbuzier ini juga mengungkapkan bahwa ia selalu memegang teguh prinsip yang ia pegang. Ia tidak merokok dan tidak minum minuman keras sekalipun ia akrab dengan dunia malam. 

Kiai yang terkenal dengan rambut gondrongnya ini berpendapat, jika ia minum minuman beralkohol, ia tidak pantas untuk menasehati orang yang mengonsumsi alkohol

(kpl/dim)


Editor:  

Dhimas Nugraha

↑