Sukses Jadi Content Creator, Bayu Skak: Jadi Vlogger Sangat Menjanjikan

Canda Permana | Senin, 30 September 2019 12:45 WIB
Sukses Jadi Content Creator, Bayu Skak: Jadi Vlogger Sangat Menjanjikan

Kapanlagi.com - Video blogger (Vlogger) menjadi sebuah profesi baru yang sangat menjanjikan keuntungan. Semua layanan media sosial (medsos) pun telah memberikan fasilitas audio visual.

Bayu Skak, artis yang juga vlogger mengatakan, penyediaan fasilitas video di semua standart membuktikan vlogger semakin memiliki ruang yang sangat luas. Sehingga memang masa depan profesi bidang videografi itu sangat menjanjikan.

"Dulu hanya Youtube yang bisa video, tapi sekarang kita lihat Twitter sudah ada videonya, padahal dulu Twitter kan hanya cuitan doang," kata Bayu Skak usai menjadi nara sumber Lensa Academy di Oura Cafe Malang, Minggu (29/9).

Lanjut Bayu Skak, Instagram pun demikian, dari sebelumnya hanya menyediakan fasilitas upload foto, sekarang dilengkapi fasilitas upload video. Hampir seluruh aplikasi media sosial memberikan fasilitas video.

"Karena mereka sadar ke depan memang video. Jadi kalau memang sudah seperti ini, ke depan orang yang bergerak di industri ini bakal cerah," tegasnya.

1 dari 4 halaman

1. Pertelevisian Tergeser

Sementara pertelevisian dinilai sudah semakin tergeser bahkan kalah dengan sistem dengan dunia internet. Bayu mencontohkan, Youtube yang dapat menyajikan data analitic atau raport dengan secara mudah dan terbuka, yang berbeda dengan televisi.

"Kita upload video ke Youtube, seminggu diketahui yang nonton berapa, laki-lakinya berapa, umurnya berapa. Tapi TV kan tidak? Acara ini di TV katanya bagus ratingnya, rating itu dari mana? Katanya dari lembaga ini, tapi kan nggak jelas bagaimana," terangnya.

2 dari 4 halaman

2. Lari ke Youtube

Lari ke Youtube © KapanLagi.com/Darmadi Sasongko
Karena itu, banyak brand yang akhirnya lari ke Youtube dengan alasan lebih konkrit pasar yang dituju. Pemasang iklan mendapatkan pasar berdasarkan data yang lebih spesifik sesuai dengan sasaran.

Misalnya belanja untuk kepentingan brand handphone ke Youtube, seminggu butuh 1 juta penonton. Maka lebih tepat dan terarah ke penonton sesuai dengan pasar usia dan sebagainya.

Kalau televisi semua umur menonton, padahal pasar orang yang akan mengiklankan hanphone cuma 2 persen dari seluruh penonton. Sehingga dianggap terlalu besar biaya yang harus dikeluarkan.

"Jadi buang duwitnya terlalu besar, namun massanya tidak tertuju. Ke depan cerah untuk masa depan bagi yang mau bergelut di bidang videografi," tegasnya.

3 dari 4 halaman

3. Berbagi Pengalaman

Berbagi Pengalaman © KapanLagi.com/Darmadi Sasongko
Bayu menjadi nara sumber sekaligus mentor dalam workshop Lensa Academy dengan tema Describe and Get Subcriber. Bintang Yowis Ben itu berbagi pengalaman selama menjadi Youtuber.

Bayu memberikan tips vlogging yang gokil dan keren, bukan sekadar syuting dan editing tetapi juga konsepnya. Peserta diajak memilih story, khas dan pasar yang sesuai dengan potensi masing-masing.

"Tahu pasar itu lebih baik daripada sekadar ikut-ikutan mau menjadi Youtuber, karena yang lagi ramai youtube. Lebih baik tahu pasar kita di sini," katanya.

4 dari 4 halaman

4. Digelar di 10 Kota

Sigit Diapsoputra, perwakilan Lensa Academy mengatakan, rangkaian workshop digelar di 10 Kota di Indonesia, yakni Bandung, Yogyakarta, Jakarta, Surabaya, Semarang, Purwokerto, Jember, Banjarmasin, Malang dan Pontianak. Workshop didedikasikan bagi pecinta seni audio visual yang haus pengembangan diri.

"Ini fasilitas bagi pegiat seni audio dan visual untuk menggeli lebih dalam ketrampilan dan bakat seiring perkembangan trend dan teknologi. Sehingga yang diberikan bersifat up to date dan variatif, karena kami ingin mengulik secara detail tentang seluk beluk seni audio visual itu sendiri," katanya.

Workshop setiap kota akan memilih tiga orang yang akan bersaing guna mendapatkan kesempatan berangkat dalam Lensa Project: Capture Vietnam. Empat peserta hasil seleksi akan ditantang berkolaborasi memproduksi sebuah karya. Selama workshop, peserta dan mentor berkarya ke kampung heritage Kojoetangan Malang.

(kpl/dar/CDP)


Reporter:  

Darmadi Sasongko

↑