ADVERTORIAL

Surya Sahetapy Apresiasi Aplikasi Gerak dari Rexona untuk Penyandang Disabilitas

Wuri Anggarini | 01 Mei 2018, 17:13 WIB
Surya Sahetapy Apresiasi Aplikasi Gerak dari Rexona untuk Penyandang Disabilitas

Kapanlagi.com - Surya Sahetapy pastinya sudah bukan sosok yang asing lagi bagi para aktivis disabilitas. Putra Dewi Yull dan Ray Sahetapy ini memang dikenal sebagai penyandang tuna rungu. Tapi, keterbatasan bukan halangan baginya untuk meraih segudang prestasi membanggakan. Surya bahkan menjadi salah satu aktivis yang cukup gigih memperjuangkan kaum disabilitas.

Belakangan, nama Surya kembali menjadi perbincangan netizen lewat postingan Insta Story-nya. Cowok tampan ini sempat curhat tentang penyandang disabilitas yang ditolak oleh pengemudi ojek online.

Bukan hanya itu saja, Surya sendiri bahkan pernah mengalami hal yang sama. Ketika dia menggunakan sarana transportasi umum, Surya mengalami kesulitan karena pengemudi ojek pernah menolaknya karena mereka tak paham bahasa isyarat.

Menurut Surya aksesibilitas ke fasilitas umum penyandang disabilitas di Indonesia masih kurang diperhatikan. Seperti sarana transportasi di Jakarta misalnya masih butuh proses dan usaha untuk mencapai persamaan hak mengenai aksesibilitas untuk kaum minoritas tersebut.

 

(c) KapanLagi/Stella Maris(c) KapanLagi/Stella Maris

Memperjuangkan hak bagi kaum disabilitas selama ini memang menjadi fokus perhatian dari cowok yang pernah beradu peran dengan Laudya Cinthya Bella tersebut. Untungnya, kini mulai banyak pihak yang membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya fasilitas bagi kaum disabilitas. Salah satunya adalah Gerak yang digagas oleh Rexona dan bekerja sama dengan Grab Indonesia dan Google Indonesia.

Hal ini pun mendapat apresiasi yang tinggi dari pemuda tampan tersebut yang diungkapkan dalam konferensi pers Gerak di Epicentrum, Kuningan, Jakarta (25/4) lalu.

“Saya mengapresiasi karena semua penyandang disabilitas setara. Kami jadi enggak bingung lagi ketika menggunakan sarana transportasi,” jelas Surya.

(c)KapanLagi/Stella Maris(c)KapanLagi/Stella Maris

Untuk diketahui sekitar 10 persen populasi di dunia hidup dengan keterbatasan. Mereka menjadi penyandang disabilitas. Berdasarkan data yang dirilis Program Perlindungan dan Layanan sosial (PPLS) pada 2012 diketahui terdapat sekitar 3,8 juta penyandang disabilitas di Indonesia.

Mereka terpaksa menghadapi isu mobilitas sehari-hari, seperti trotoar yang dipenuhi pedagang kaki lima, jembatan pejalan kaki tanpa fasilitas elevator. Bahkan beberapa area khusus penyandang disabilitas disalahgunakan para pengemudi transportasi umum.

Melihat fenomena itu, Rexona menggembangkan Gerak. Ini adalah sebuah aplikasi asisten mobilitas suara pertama, bagi penyandang disabilitas di Indonesia.

"Kami melihat kehidupan sehari-hari dan berpikir bahwa setiap orang harus bergerak tanpa terkecuali. Kami bertanya apa yang harus Rexona lakukan, sampai akhirnya kami mengembangkan ide dan memberi social impact positif dalam masyarakat, yaitu menciptakan Gerak," jelas Eka Sugiarto, Head of Media Unilever Indonesia and South East Asia and Australia (SEAA) dalam konferensi persnya, Rabu 25 April 2018.

Melalui aplikasi mobile, pengguna khususnya penyandang disabilitas dapat menggunakan Gerak hanya dengan berbicara atau chatting. Mereka bisa menemukan tempat ramah disabilitas terdekat.

Eka juga menegaskan bahwa Gerak merupakan bagian dari kampanye Movement for Movement yang merupakan gerakan untuk mengatasi salah satu masalah unik di Indonesia, yaitu pergerakan.

"Melalui Gerak, kami ingin memberi kesadaran pada masyarakat untuk bisa menciptakan percakapan produktif bagi difabel. Dengan penggunaan aplikasi yang bisa diaktifkan menggunakan suara, diharapkan para difabel bisa menjelajah.

Kerjasama Dengan Grab dan Google

 

(c)KapanLagi/Stella Maris(c)KapanLagi/Stella Maris

Hilda Kitti selaku Senior Brand Manager Rexona & Dove Indonesia menambahkan, dari jumlah penyandang disabilitas yang tercatat, banyak di antaranya adalah tuna netra.

Hal itulah yang melatarbelakangi mengapa Gerak didesain dalam suara. Hilda juga menambahkan bahwa aplikasi Gerak yang bakal hadir di Play Store dan App Store pada 1 Mei 2018 itu akan tersedia dalam dua bahasa.

"Ada bahasa Inggris dan Indonesia setelah di download. Nanti pengguna tinggal bicara saja misalnya apakah dia mau ke restoran atau bank. Setelah bicara, muncul opsi terdekat," jelas Hilda.

Nah setelah muncul opsi tersebut, akan muncul pula ikon berwarna biru dalam aplikasi Gerak yang menunjukkan bahwa tempat tersebut ramah difabel. Misalnya memiliki toilet dan tempat duduk khusus penyandang disabilitas, jalur pemandu, dan lainnya.

Yuk, bareng Surya Sahetapy dukung fasilitas publik untuk kaum disabilitas, KLovers! Langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengunduh aplikasi Gerak di sini.

 

 

 

(adv/stl/wri)

Editor:  

Wuri Anggarini

TOPIK TERKAIT