Syarat Adaptasi Film 'KKN DI DESA PENARI', Tak Pakai Lokasi Asli

Tyssa Madelina | Selasa, 24 September 2019 15:17 WIB
Syarat Adaptasi Film 'KKN DI DESA PENARI', Tak Pakai Lokasi Asli

Kapanlagi.com - MD Pictures tengah mempersiapkan pembuatan film bergenre horor bertajuk KKN DI DESA PENARI. Cerita film ini diadaptasi dari utas milik akun Twitter @SimpleM81378523 yang viral beberapa bulan belakangan.

Cerita yang ditulis oleh SimpleMan bersumber dari kejadian nyata di sebuah desa. Dalam versi film nanti syutingnya tidak akan dilakukan di lokasi asli karena itu salah satu syarat yang diajukan saat proses pembelian hak cipta.

"Kita nggak akan syuting di lokasi asli karena saya mau jaga privasi orang-orang dan desanya. Itu juga menjadi permintaan SimpleMan, 'Tolong jangan.' Kita akan ambil bayangan lokasi persis. Situasinya semua sama, tapi nggak di lokasi yang sama saat kejadian sesungguhnya," kata Manoj Punjabi selaku produser saat menggelar jumpa pers di kantor MD Pictures, kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (24/9/2019).

1 dari 2 halaman

1. Wajar Dirahasiakan

Alasan tidak memakai lokasi yang sama tentunya demi menjaga desa tempat kejadian sesungguhnya. Karena jika sudah membaca novelnya, ada hal-hal yang sepatutnya tak diungkap.

"Saya pasti tidak mau syuting atau ganggu desa itu karena kejadiannya mengganggu mereka. Kalau dilihat dari ceritanya, saya mengerti kenapa penduduknya mau rahasiakan hal tersebut," ujar Manoj.

2 dari 2 halaman

2. Syuting di Mana?

Karena akan menggunakan lokasi yang berbeda, Manoj Punjabi menunggu visi dari sutradara. Yang pasti ia ingin hasil akhirnya mendekati tempat sesungguhnya.

"Lokasi syutingnya saya belum ada bayangan persis karena kita belum dapat sutradara. Dari sutradara nanti akan lebih detail kasih gambar dan video lokasi di mana. Dari sana baru bisa lebih lanjut. Tapi catatan dari saya, kami ingin seasli mungkin. Mungkin buat set di kampung lain, mungkin desa lain. Lokasi di Indonesia saya kira yang mirip banyak. Jadi bagi saya penonton akan dapat real," tuntasnya.

(kpl/abs/tmd)


Reporter:  

Adi Abbas Nugroho

↑