Sys NS: Artis Juga Mampu Jadi Pemimpin

Anton | 01 April 2008, 23:32 WIB
Kapanlagi.com - Ketua Umum Partai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Sys NS, memberikan dukungan kepada artis yang terjun dalam pemilihan kepala daerah karena artis juga mampu menjadi pemimpin.

"Asalkan dapat berkaca diri. Artinya memiliki kemampuan, popularitas, jiwa leadership atau kepemimpinan, dan mempunyai wawasan yang luas, serta memegang amanah rakyat," kata Sys, yang juga artis senior, Selasa (1/4).

Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat yang akan dilaksanakan pada 13 April 2008, juga diikuti oleh seorang artis yang juga anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN). Sebelumnya, mantan bintang dan sutradara film, Rano Karno terpilih menjadi Wakil Bupati Tangerang mendampingi Ismet Iskandar.

Bukan hanya di Indonesia, di luar negeri juga banyak artis yang menjadi pemimpin, seperti mantan Presiden Amerika Serikat Ronald Reagen, mantan presiden Filipina Josep Estrada, dan Gubernur California, Arnold Schwarzeneger, dan lainnya.

"Setidaknya artis tersebut dapat mengukur diri, apakah dirinya bisa terpilih sebagai pemimpin daerah," ujar mantan ketua umum PB Pengurus Besar Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) periode 1998-2002.

Mengenai pengalaman artis dalam pemerintahan, Sys menjawab, itu semua sudah dilakukan sejak mengatur keluarga yang merupakan organisasi terkecil, mulai dari memajemen keuangan, istri, anak, dan pembantu.

Mengenai peluang ketiga kandidat gubernur Jabar (Danny Setiawan - Iwan Sulanjana, Agum Gumelar - Nu'man Abdul Hakim, dan Ahmad Heryawan - Dede Yusuf), Sys mengatakan, ketiganya sama-sama populer tinggal bagaimana tim sukses bekerja untuk memenangkan Pilgub Jabar tersebut.

"Tim sukses perlu kreatif untuk bisa menggaet masyarakat memilih pasangan tersebut. Setiap daerah mempunyai karakter sendiri untuk menjaring suara masyarakat," jelasnya.

Sedangkan Camelia Malik, artis dan penyanyi senior ini mengaku boleh-boleh saja kalangan artis terjun ke kancah pilkada. Karena pencalonan tersebut merupakan hak semua Warga Negara Indonesia (WNI).

"Memimpin itu sama dengan seni. Kalau artis lebih mengerti seni dan mengetahui kemauan masyarakatnya. Bisa saja masyarakat memilihnya," katanya.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Andrinof A. Chaniago, mengatakan, dalam demokrasi sah-sah saja seorang artis mencalonkan diri sebagai pemimpin daerah.

"Kalau bicara kemampuan lihat dulu siapa artisnya dan seperti apa kemampuannya. Apakah selama berkecimpung di dunia perpolitikan dan masyarakat ikut memikirkan pendidikan, kesehatan, dan sebagainya," jelasnya.

Mengenai popularitas, Andrinof mengatakan, kalangan artis sudah memiliki. Namun harus dijaga popularitas tersebut dengan memegang kepercayaan terhadap rakyat. (*/bun)

Editor:  

Anton