Tak Ada Urgensi Pemindahan Dhani ke Surabaya, Pihak Keluarga: Gak Punya Perasaan!

Rezka Aulia | Selasa, 12 Februari 2019 13:58 WIB
Tak Ada Urgensi Pemindahan Dhani ke Surabaya, Pihak Keluarga: Gak Punya Perasaan!

Kapanlagi.com - Dua minggu sejak divonis 1,5 tahun penjara, polemik Ahmad Dhani masih terus berlangsung. Kini suami Mulan Jameela ini bahkan telah dipindah ke rutan Medaeng, Surabaya. Kepala rutan menjamin tak ada perlakuan istimewa untuk musisi legendaris satu ini. Dhani ditahan dalam sel berukuran 5 x 10 meter bersama 103 orang lainnya.

Pihak keluarga telah memohon penangguhan pemindahan ini namun nampaknya belum berhasil. Bahkan Lieus Sungiarisma, kerabat sekaligus juru bicara Ahmad Dhani menilai pemindahan ini tak berperasaan.

"Itu mah betul-betul enggak punya perasaan. Di Surabaya itu bukan kasus berat, bukan kasus korupsi, kasus pencemaran nama baik yang ancaman hukumannya di bawah 4 tahun. Ahmad Dhani enggak pernah bilang mau dibantu kasus hukum," ungkap Lieus Sungiarisma saat ditemui di Pengadilan Tinggi Negeri, Jakarta Pusat, Senin, (11/2 2019).

1 dari 3 halaman

1. Tak Ada Urgensi

Sejak awal kasus hukum ini memang bergulir di Polda Jatim. Ahmad Dhani sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jatim dalam kasus pencemaran nama baik. Dirinya menyebut kata 'idiot' dalam sebuah video yang diduga dialamatkan kepada Banser.

"Dia akan hadapi semua proses hukum. Kenapa dia harus ditahan di pindah ke sana. Urgensinya apa? Kami dari keluarga salut menghadirkan Ahmad Dhani. Sidang di mana aja di Republik ini akan kita hadirkan karena memang niat dia menghadapi semua tuntutan yang dia rasakan ini tuntutan yang bentuknya kriminalisasi," lanjut Lieus.

2 dari 3 halaman

2. Kriminalisasi

Pihak keluarga Dhani amat sedih dengan keputusan pemindahan ke Surabaya. Belum lagi sempat dikabarkan bahwa Dhani jatuh sakit saat dipindah ke rutan Medaeng.

"Saya katakan kriminalisasi, Surabaya itu mau bikin acara, dia diundang, dia keluar hotel dikepung kemudian dia kasih statement dia yang kena. Ini kan sudah gila. Harusnya yang kena itu yang ngepung dia. Kebebasan orang berekspresi melakukan kegiatan itu jadi dilanggar," terang Lieus.

3 dari 3 halaman

3. Rampas Kebebasan

Kekecewaan ini amat memuncak apa lagi melihat kondisi Dhani saat ini. Menurut Lieus seharusnya penguasa tidak boleh sombong.

"Ini yang lebih hebat lagi loh saya dikasih tahu teman pasal barang siapa yang dengan sengaja merampas kebebasan orang dengan menahan itu ada ancaman hukumannya loh jadi jangan sekarang lagi berkuasa sombong!" pungkas Lieus.

 

(kpl/far/rna)


Reporter:  

Fikri Alfi Rosyadi

↑