Tanggapi Putusan Sidang Kriss Hatta, Nikita Mirzani: Semoga Ketok Palunya Tiga Tahun

Dhimas Nugraha | Senin, 01 Juli 2019 14:53 WIB
Tanggapi Putusan Sidang Kriss Hatta, Nikita Mirzani: Semoga Ketok Palunya Tiga Tahun

Kapanlagi.com - Sidang Kriss Hatta sebentar lagi akan menuju babak akhir. Pada tanggal 4 Juli 2019 besok, Majelis Hakim akan memberikan putusan untuk Kriss Hatta. Nikita Mirzani yang juga merasa dirugikan oleh tingkah laku Kriss berharap agar ia dihukum selama tiga tahun.

Ya, bismillahirahmanirahim, semoga putusan ketok palunya tiga tahun lah ya. Yaiyalah harus berat lah, terlalu songong soalnya sombong," kata Nikita Mirzani saat ditemui di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Senin (1/7/2019).

 

 

1 dari 2 halaman

1. Serahkan Semua Urusan Ke Hakim

Menanggapi pernyataan dari Kriss Hatta yang menyatakan bahwa dirinya akan segera bebas, Nikita pun merasa itu hanyalah khayalan Kriss saja.

"Bebas dipikiran dia sama di mimpi. Tahu dah heran gua. Kalau gua mah sesuai sama janji gua, kan gua ngurusnya sampai dia masuk penjara aja. kalau udah masuk penjara, udah urusan hakim bukan urusan gua lagi," papar ibu tiga anak tersebut.

Sebelumnya, Niki juga pernah datang ke persidangan Kriss Hatta. Namun, kali ini ia sudah tak mau lagi ke sana, karena urusannya dengan Kriss sudah ia anggap selesai.

"Aduh gua mah syuting, kalau gua striping ngapain ngedatengin dia, emang dia siape. Pokoknya mah dia nantangin gue, gue masukin kelar urusan," sambungnya.

2 dari 2 halaman

2. Sakit Hati

Bukan tanpa alasan Nikita Mirzani berharap putusan pengadilan nanti Kriss Hatta dipenjara tiga tahun. Dengan candaan ia membeberkan alasan yang cukup sederhana.

"Biar dia istirahat sejenak kan. biarkan aset-asetnya diambil lagi ama tante-tantenya," pungkasnya.

Tak hanya itu, ia juga merasa sangat sakit hati, lantaran namanya disebut-sebut oleh Kriss dan dirasa sangat mengganggu dan merugikan.

"Sakit lah. Gua dibawa-bawa, gua dibilang host inilah host itulah, segala macem sakit hati ya pasti" tandasnya.

 

(kpl/pur/dim)


Reporter:  

Mathias Purwanto.

↑