Terancam Hukuman Mati, Sidang Zul Zivilia Kembali Alami Penundaan

Rezka Aulia | Senin, 28 Oktober 2019 21:08 WIB
Terancam Hukuman Mati, Sidang Zul Zivilia Kembali Alami Penundaan

Kapanlagi.com - Sidang beragendakan pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Zulkifli atau Zul, kembali ditunda, Senin (28/10). Sebelumnya sidang pembacaan tuntutan juga ditunda pada Senin pekan lalu.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) beralasan, penundaan terjadi lantaran berkas perkara terdakwa lainnya yang masih satu rangkaian peristiwa dengan penangkapan Zul, belum tahap pembacaan tuntutan.

JPU yang tak mau disebutkan namanya itu, mengatakan ingin sekaligus membacakan tuntutan bagi sembilan terdakwa, termasuk Zul yang diduga menjadi komplotan pengedar narkoba.

1 dari 3 halaman

1. Tak Ada Perlakuan Spesial

"Tuntutan kepada sembilan terdakwa ini kan berbeda-beda, sesuai peranan masing-masing. Jadi kami tidak mau menspesialkan Zul karena dia public figure. Kami khawatir kalau Zul sudah dibacakan tuntutannya, psikologi terdakwa lainnya akan terganggu," ucapnya.

Lanjutnya, kemungkinan besar tuntutan terhadap Zul dan delapan terdakwa lainnya akan dibacakan pada sidang Senin pekan depan.

"Hari ini, semua berkas perkara sudah selesai, saya tinggal beri laporan kepada pimpinan, mudah-mudahan minggu depan semuanya bareng-bareng dibacakan tuntutannya," kata dia.

2 dari 3 halaman

2. Barang Bukti 9,5 Kg Sabu

Barang Bukti 9,5 Kg Sabu © KapanLagi.com/Irfan Kafril
Sebagaimana diketahui penangkapan Zul berawal dari terciduknya tiga orang berinisial MB, RSH, MRM di Hotel Harris, Jalan Boulevard ,Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dari penangkapan tersebut, polisi melakukan pengembangan dan menangkap Rian, Andu, dan Zul di Apartemen Gading River, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dari penangkapan tersebut, polisi menyita 9,5 kilogram sabu dan 24.000 butir ekstasi yang akan diedarkan.

3 dari 3 halaman

3. Hukuman yang Menanti

Di kelompok tersebut, juga ada wanita bernama Deviyanti yang ditangkap di Semarang.

Para terdakwa tersebut dikenakan Pasal 114 Ayat (2) subsider Pasal 112 Ayat (2) juncto Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.

(kpl/dan/rna)


Reporter:  

Dadan Deva

↑