Terkait Tayangan Alay, Feby Febiola Himbau Agar Tidak Salahkan Artis

Tyssa Madelina | 16 Maret 2018, 15:30 WIB
Terkait Tayangan Alay, Feby Febiola Himbau Agar Tidak Salahkan Artis

Kapanlagi.com - Pasca Deddy Corbuzier menyuarakan pendapatnya tentang acara kurang mendidik di layar televisi, beberapa publik figur turut muncul di media sosial. Tak sedikit yang pro namun ada pula yang netral bahkan kontra. Artis kawakan Feby Febiola juga ikut berpendapat tentang statement Deddy.

Menurutnya, seorang artis tidak sepatutnya dipersalahkan atas program yang dinilai alay oleh Deddy. Sebagai salah seorang publik figur senior, Feby pun membeberkan bagaimana cara kerja rating di stasiun televisi. Sebelumnya ia pernah menjelaskan di sebuah postingan Instastory bahwa setiap tayangan televisi akan dinilai pengaruhnya terhadap respon publik M2M (minute to minute).

Ungkapan hati Feby mengenai program yang dinilai alay oleh Deddy. © Instagram/febyfebiola_Ungkapan hati Feby mengenai program yang dinilai alay oleh Deddy. © Instagram/febyfebiola_

"Dari mana rating dan M2M berasal? Asalnya adalah dari lembaga survey namanya AC Nielsen. Jadi lembaga survey ini memasang alat di 100 rumah, pasangnya di televisi. 100 orang ini mewakili kelas penonton yaitu A, B dan C. Dari alat ini akan ketahuan acara mana saja yang banyak ditonton, prime time alias jam berapa saja yang paling banyak pemirsanya," ungkap Feby menjelaskan.

"Itu kenapa acara gosip banyak siang hari karena penontonnya kebanyakan ibu-ibu rumah tangga atau mungkin baby sitter lagi momong anak. Sinetron keluarga kebanyakan malam karena anak-anak dan bapak sudah pulang kantor," imbuhnya.

Feby memberi solusi bagi orang-orang yang tak ingin terkena dampak dari program alay televisi. © Instagram/febyfebiola_Feby memberi solusi bagi orang-orang yang tak ingin terkena dampak dari program alay televisi. © Instagram/febyfebiola_

Dari survey tersebut, menurut Feby, nantinya akan dibuat sebuah laporan perihal adegan serta program apa yang mendapat rating tinggi. Oleh karenanya, cukup masuk akal apabila Feby menghimbau agar artis yang bekerja untuk program tertentu tidak dipersalahkan. Pasalnya, mereka hanya bekerja untuk memenuhi permintaan penonton.

"Daripada marah-marah ke artis alay atau acara alay ya mending cari hiburan lain yang lebih bermanfaat. Balik ke buku? Atau internet? Gimana dengan orang di pelosok yang tidak ada internet. Well, dari survey sih kebanyakan penonton TV itu dari kota besar. Bersyukur di Indonesia punya banyak budaya, TV bukan satu-satunya sumber hiburan. Ada banyak kesenian tradisional yang bisa menghibur, seperti wayang, tari dan cerita rakyat," pungkasnya mengakhiri.

(kpl/tmd)

Editor:  

Tyssa Madelina