Terkuak Masa Lalu Pahit Rachel Vennya, Dulu Dijahati Kini Dimanfaatkan oleh Ayahnya

Selasa, 07 April 2020 15:50 WIB
Terkuak Masa Lalu Pahit Rachel Vennya, Dulu Dijahati Kini Dimanfaatkan oleh Ayahnya

Kapanlagi.com - Dari sekian banyak selebgram yang ada di Tanah Air, nama Rachel Vennya pasti sudah tak asing lagi di telinga. Dari sosok yang awalnya bukan siapa-siapa, ibu 2 anak itu saat ini telah memiliki sekitar 4,5 juta followers di akun Instagram-nya.

Meski kini hidup serba berkecukupan, namun ternyata ada fakta-fakta menarik pada masa lalu Rachel. Hal itu tiba-tiba saja diceritakan oleh sang ibunda, Viens Tasman sambil mengunggah foto-foto jadul sang buah hati.

"Strong girl dont cry. Anak adalah anugerah terbesar yang dihadiahkan Allah. Karena dari anaklah kita mendapatkan sumber kebahagian, ketenangan, kekuatan dan rezeki. Buat mereka yang menyia-nyiakan itu, maka sumber kebahagiaan, kekuatan dan rejeki itu diambil kembali oleh Allah. Sungguh amat merugi orang yang menyianyiakan," tulis Viens, ibunda Rachel pada caption postingannya.

1 dari 4 halaman

1. Perjuangan dan Mimpi Besar Rachel Vennya

Viens menceritakan bagaimana perjuangan Rachel di masa lalu hingga akhirnya bisa sukses seperti sekarang. Rupanya sejak kecil, Ia dan Rachel sudah harus berjuang mati-matian berdua tanpa kehadiran sosok suami atau ayah.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Viens Tasman (@vienstasman) on Apr 5, 2020 at 11:01am PDT

"Entah apa yang direncanakan Allah, dari usia 1,5 tahun, Rachel tidak merasakan kasih sayang seorang ayah, menjalankan hidup berdua denganku dari dia balita, tertatih-tatih. Kerasnya ibu kota membuat dia mandiri dengan sendirinya, memulai karir yang dia bangun sendiri dari nol, from zero to hero, bermimpi ingin jadi orang sukses, banyak uang, karena dia bermimpi jika dia punya uang banyak dia ingin membahagiakan orang-orang yang berjuang di saat dia di bawah. Dan dia membuktikan janjinya. Aku ibunya dimanjakannya, kakek dan neneknya (orang tuaku) selalu diperhatikannya," sambungnya.

2 dari 4 halaman

2. Tak Bisa Merasakan Kasih Sayang Seorang Ayah

Rachel tumbuh besar tanpa kasih sayang seorang ayah. Bahkan ketika masih bersama sang ayah, wanita lulusan London School of Public Relations itu dulunya tak mendapatkan perlakuan seperti anak-anak lain pada umumnya.

"Ya Allah, jikalau diciptakan seorang yang dipanggil ayah itu mestinya menjaga, melindungi anaknya, tapi anakku tidak punya sosok itu, bahkan dia tidak tau apa perasaannya ketika berhadapan dengan sosok itu. Tapi aku tahu bagaimana dia tak berdaya ketika sosok itu berbuat jahat padanya, dia menangis, begitu juga aku. Saat dia sakit, orang yang mesti disebut ayahnya ini tidak pernah menampakkan dirinya, saat dia sekolah, sehelai baju seragampun tidak dia dapat, sebatang permenpun tidak pernah sampai ke tangannya dari sosok ini," sambung Viens.

3 dari 4 halaman

3. Rachel Vennya Tetap Bantu Sang Ayah

Rachel Vennya Tetap Bantu Sang Ayah Credit: Instagram/vienstasman
Saat Rachel sudah tumbuh besar dan sukses, rupanya sang ayah kembali untuk 'memanfaatkannya'. Apapun alasannya, Rachel sama sekali tak menyimpan dendam dan tetap menuruti segala permintaan ayahnya.

"Namun, anakku ini tetap jalankan tugasnya sebagai anak. Ketika sosok ayah ini sakit, dia (Rachel) dicari hanya untuk diminta membayar biaya sakitnya, dia dihubungi hanya untuk mendapatkan uang, sosok yang mendatangi dia hanya untuk membayarkan jalan-jalan dia ke luar negri bersama keluarga barunya. Bahkan memanfaatkannya, lagi dan lagi," jelasnya.

4 dari 4 halaman

4. Pesan Untuk Sang Mantan Suami

Di penghujung curhatan panjangnya, Viens mengirimkan pesan peringatan pada sang mantan suami. Ia merasa tak sanggup melihat sang buah hati terus-terusan dimanfaatkan oleh ayahnya.

"Entah apa rahasia Allah di balik ini. Anak ini dikasih cobaan lagi sama sosok seorang ayah ini. Tidakkah kau bangga sama anak ini wahai bapak? Sampai kau tega menjahati anakku? Belum cukupkah sadar? Sadar ya pak. Semoga kamu membaca ini dan tolong jauh-jauh dari anaku dan keluarganya. Jauh-jauh dari keluarga kami," tutup Viens.

(kpl/gtr)