Terlibat Dalam Perdagangan Senjata Api, Anak Ayu Azhari Terancam Hukuman Penjara 20 Tahun

Dhimas Wahyu Nugroho   | Rabu, 08 Januari 2020 19:13 WIB
Terlibat Dalam Perdagangan Senjata Api, Anak Ayu Azhari Terancam Hukuman Penjara 20 Tahun

Kapanlagi.com - Dunia hiburan dihebohkan dengan penangkapan anak Ayu Azhari Axel Djody Gondokusumo (ADG) terlibat dalam perdagangan senjata api. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Andi Sinjaya Ghalib pun membenarkan hal tersebut.

"Iya benar," kata Kompol Andi Sinjaya Ghalib kepada tim KapanLagi.com.

Menurut Kompol Andi, penangkapan Axel ini berawal dari perbuatan tak menyenangkan, yang kemudian dikembangkan dan diketahui Axel ternayata memiliki amunisi dan beberapa senjata api.

"Itu pengembangan dari dugaan perbuatan tidak menyenangkan ya awalnya, lalu dikembangkan yang bersangkutan punya amunisi dan ditemukan di brangkasnya sejumlah senjata api. Ada 3 senjata api panjang dan 4 senjata api pendek," paparnya.

"Dari hasil itu kami periksa berasal dari 3 orang. Yang mana 3 orang ini saudara MSA, ADG, dan saudara Y. Itulah para pelaku yang asal usul dari senjata api itu, tapi masih dikembangkan lagi," sambungnya.

 

1 dari 2 halaman

1. Axel Jadi Perantara

Setelah kasus ini dikembangkan, Polisi menemukan beberapa barang bukti yang tersimpan di brangkas tersangka AM. Dalam brangkas tersebut polisi menemukan beberapa jenis senjat api yang tersimpan.

"Dari barang bukti yang kita dapatkan dari AM, di brangkasnya ada 7, senjata panjangnya 3 dan panjangnya 4," ujar Kompol Andi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan peran dari Axel Djody Gondokusumo (ADG). Dari penuturan Kompol Andi, Axel adalah seorang perantara.

"Saudara ADG perannya menjadi perantara, antara saudara MSA dan AM," sambungnya.

2 dari 2 halaman

2. Terancam Hukuman 20 Tahun

Kompol Andi menjelaskan meski Axel alias ADG adalah perantara antar penjual dan pembeli senjata api, namun ia tetap masuk dalam pasal pidana karena kepemilikan senjata api tersebut.

"Iya dia hanya perantara, dia yang menawarkan dan menjembatani sehingga terjadinya transaksi jual-beli senjata tersebut." tutur Kompol Andi Sinjaya Ghalib.

"Dia ikut turut serta dalam hal kepemilikan senjata api ilegal tersebut," pungkasnya.

Dengan kepemilikan senjata api ini, Axel dikenakan pasal 1 ayat (1) UU RI Nomor 12 /DRT tahun 1951 dengan hukuman penjara 20 tahun dan hukuman maksimal penjara seumur hidup.

(kpl/apt/DIM)


↑