Terry Putri: Jangan Diskriminasikan Penderita AIDS

Guntur Merdekawan | 07 Desember 2015, 23:35 WIB
Terry Putri: Jangan Diskriminasikan Penderita AIDS

Kapanlagi.com - Tanggal 1 Desember 2015 bertepatan dengan hari AIDS sedunia. Tahun ini, sebuah konser bertajuk #LoveMantra diadakan dengan menampilkan beberapa artis sebagai bentuk dukungan bagi para korban AIDS, seperti salah satunya Terry Putri.

Artis cantik yang kini berhijab itu memberikan sedikit pengetahuannya tentang AIDS saat ditemui awak media. Menurutnya penularan AIDS itu tidak selalu terjadi karena kontak fisik dan kita tidak boleh membeda-bedakan perlakuan pada mereka yang menderitanya.

"Kalo kita nggak bisa nyumbang buat mereka (penderita AIDS), tapi ada hal yang bisa kita lakukan langsung dengan buat mereka tersenyum. HIV itu dari darah, vagina dan ASI, kalau pelukan nggak bakalan ketularan. Mereka jangan dibuat beda, karena kasih sayang kita berguna banget buat mereka dengan tidak mendiskriminasikan mereka. Sosialisasi dari ibu bapaknya, tapi yang paling menyentuh itu bayi-bayinya," ujar Terry ditemui di konser #LoveMantra di Hard Rock Cafe, SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (1/12).

Terry jelaskan proses penularan AIDS © KapanLagi.com®/Akrom SukaryaTerry jelaskan proses penularan AIDS © KapanLagi.com®/Akrom Sukarya

Lebih jauh, Terry menjelaskan jika semua orang tetap harus menjaga diri baik-baik agar tidak tertular AIDS. Cara paling mudah adalah menghindari seks bebas, terlebih lagi dengan orang-orang yang tak dikenal.

"Takut (AIDS) itu wajar, tapi harus kita ubah jadi konsen supaya kita terhindar dari HIV. Takut tapi harus sadar gimana caranya biar kita nggak tertular," sambungnya.

"Kalau yang alhamdulilah nggak terinfeksi harus jaga itu kita harus tau virusnya tersebar lewat apa. Tapi kalau emang yang udah terinfeksi harus bisa tau gimana caranya tidak menularkan. Kalau aku, Bambang (Pamungkas) dan Donna (Agnesia) untuk sharing, aku di bidang diskriminasi, jadi nanti aku akan berbagi tentang itu," pungkas wanita berusia 36 tahun itu.

(kpl/hen/gtr)

Editor:   Guntur Merdekawan