Terungkap! Kanker Ria Irawan Kambuh Lagi Gara-Gara Bandel Merokok

Guntur Merdekawan | Rabu, 02 Oktober 2019 14:15 WIB
Terungkap! Kanker Ria Irawan Kambuh Lagi Gara-Gara Bandel Merokok

Kapanlagi.com - Kanker yang diderita Ria Irawan dalam beberapa waktu terakhir ini mulai kambuh lagi. Padahal seperti diketahui, wanita berusia 50 tahun itu sempat dinyatakan bersih dari kanker yang dideritanya sejak tahun 2014 silam itu.

Usut punya usut, ada beberapa alasan yang jadi penyebab kanker Ria kambuh lagi. Hal itu diungkapkan sendiri oleh Dewi Irawan, kakak kandung Ria lewat sebuah postingan Instagram belum lama ini.

"Teruntuk adikku Ria @riairawan yang aku kasihi dan sayangi dengan segenap hatiku. Sekarang ini sel kanker kamu relapse/metastasis untuk ke 3x. Mulai dari endometrium & pelvis kanan (kemo 3x + radiasi 25x + kemo 3x) terus bersih selama 19 bulan, lalu kambuh lagi di diagframa (dikemo lagi 6x). Dan kamu lalai, tidak pernah kontrol, check up, kebiasaan buruk rokok dan vape tidak berhenti sama sekali," tulis Dewi Irawan pada postingan Instagram-nya.

 

1 dari 2 halaman

1. Sarankan Ria Irawan Untuk Berhenti Merokok

Pada postingannya, Dewi juga tak lupa mengingatkan sang adik agar segera berhenti merokok. Terlebih karena kanker yang diderita Ria semakin menyebar ke beberapa titik yang berbahaya.

"Kali ke-3, kambuh lagi, sekarang ada di otak 3 titik dan 1 titik yang signifikan di paru-paru. Nunggu apalagi untuk berhenti rokok dan vape? Itu racun! Please, jangan bandel deh," sambung Dewi.

2 dari 2 halaman

2. Dukungan Dewi Irawan Untuk Sang Adik

Dukungan Dewi Irawan Untuk Sang Adik Ria Irawan © KapanLagi/Akrom Sukarya
Meski sang adik masih bandel, namun Dewi tetap memberikan support terbaiknya. Sebagai kakak, Ia cuma ingin melihat adiknya benar-benar sembuh dari penyakit mematikan yang dideritanya tersebut.

"Mohon maaf aku nggak sanggup kalo lihat kamu merokok/vape, karena itu mendzolimi diri kamu. Sama aja kamu bunuh diri! Allah tidak suka hamba-Nya yang putus asa. Jangan putus asa, ayo kita hadapi bersama," tutupnya.

(kpl/gtr)


Editor:  

Guntur Merdekawan

↑