Terus Produksi APD dan Face Shield Untuk Para Tenaga Medis, Stephen Wongso dari Wang Hang Tailor Perang Harga dengan APD Abal-abal

Canda Dian Permana   | Minggu, 05 September 2021 09:30 WIB
Terus Produksi APD dan Face Shield Untuk Para Tenaga Medis, Stephen Wongso dari Wang Hang Tailor Perang Harga dengan APD Abal-abal
Stephen Wongso (credit: Dokumentasi Pribadi)

Kapanlagi.com - Sampai sekarang ini Covid-19 masih belum selesai. Peraturan pemerintah dengan melakukan PPKM juga masih terus berjalan. Dengan adanya peraturan tersebut, kondisi saat ini juga sudah jauh lebih baik hingga para kesembuhan pasien terus bertambah.

Hal tersebut juga tak lupa dengan kinerja para tenaga medis. Rela mengenakan alat pelindung diri (APD), para nakes mati-matian untuk membantu para pasien yang terkena Covid-19.

Meski begitu kebutuhan faslitas kesehatan APD tetap tinggun untuk para nakes. Melansir dari cakrline.com, Stephen Wongso dari Wang Hang Tailor sampai sekarang ini terus memproduksi APD dan juga face shield untuk para tenaga medis.

Stephen Wongso telah menjadi salah satu orang yang memproduksi APD semenjak awal pandemi Covid-19. Dirinya pun begiut fokus dengan produk APD dengan standart tertinggi demi membantu melindungi nakes. Ia juga menambha line produksi dan shift kerja semaksimal mungkin untuk memenuhi supply APD di seluruh Indonesia.

1. Perangi Harga APD Abal-abal

Nggak hanya sekedar produksi APD dan face shield, Stephen Wongso juga mengungkapkan bahwa dirinya sangat memerangi harga dengan APD abal-abal.

"Di sisi lain perang harga dengan APD “abal-abal” yang di produksi asing/ lokal yang tidak bersertifikasi . Sehingga produk yang unggul akan terlihat mahal dibandingkan dengan produk “abal-abal” karena banyak masyarakat tidak paham standart yang benar", kata Stephen Wongso.

Bukan di daerah Jakarta saja, Stephen Wongso telah mengirimkan produksi APD ke seluruh rumah sakit dan faskes di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Meraoke.

"Kami melayani hampi seluruh rumah sakit dan faskes di seluruh Indonesia dari Sabang – Meraoke, dari provisi hingga kabupaten dan kota-kota kecil termasuk pelosok Indonesia yang tidak gampang di jangkau oleh media dan masyarakat pada umumnya", ungkapnya.

2. Kirim ke Kota-kota Besar

Stephen Wongso sendiri juga sudah mempersiapkan APD untuk dikirim ke kota-kota besar yang banyak terdampak Covid-19 dengan melihat dari data penjualannya tersebut.

"Sepertinya terlihat terkendali di kota-kota besar di Jawa tapi tidak di daerah luar Jawa, kami bisa melihat dari data penjualan kami yang melonjak di daerah-daerah luar Jawa yang tidak banyak tersorot", ucapnya.

"Untuk APD kami akan selalu memproduksi karena kami sudah invest team dan alat-alat khusus untuk produksi apd karena di perkiraaan pandemi ini akan berubah menjadi endemi dan apd + medical gown akan selalu di perlukan", imbuhnya.

"Dan setelah ada pandemi ini gaya hidup masyarat berubah yang mana bisa menggunakan barang reuseable menjadi disposable (1x pakai). Sehingga di kemudian hari penggunaan baju 1 x pakai menjadi suatu habit baru ( apd , medical gown, dll)," tambahnya.

Reporter:   Dadan Deva