Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

The Changcuters Serukan Rasa Nasionalis dan Toleransi Untuk Generasi Muda

Guntur Merdekawan   | Minggu, 30 September 2018 13:00 WIB
The Changcuters Serukan Rasa Nasionalis dan Toleransi Untuk Generasi Muda
The Changcuters / Credit: KapanLagi - Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Bakti Pendidikan Djarum Foundation tanpa kenal lelah mencoba untuk menguatkan rasa nasionalisme dan wawasan kebangsaan dari anak-anak muda Indonesia. Kali ini diselenggarakan Nation Building, sebuah puncak dari rangkaian pembekalan soft skills untuk para penerima Djarum Beasiswa Plus, sebuah program beasiswa bagi para mahasiswa berprestasi dari Bakti Pendidikan Djarum Foundation.

Nation Building yang tahun ini diikuti 500 mahasiswa dari 91 perguruan tinggi di 34 provinsi berbeda diselenggarakan selama 5 hari berturut-turut, mulai dari 21 hingga 25 September 2018 di Kudus dan Semarang. Pada puncak acara, hadir band rock n roll kenamaan, The Changcuters yang turut menyuarakan dukungannya untuk program Nation Building ini.

"(Nation Building) Penting banget buat kita. Karena kelemahan bangsa ini salah satunya kurang kepercayaan diri  terhadap rasa kebangsaan kita sama Indoneia. Mungkin banyak informasi segala macam, kultur budaya yang masuk, sehingga tidak mudah. Tapi dampaknya untuk majunya kurang pesat, makanya kita perlu meningkatkam rasa nasionalis bagi kaum muda. Tapi sejauh ini saya lihat sudah banyak kemajuan rasa nasionalis di temen-temen. Jadi Insya Allah dengan program Nation Building ini bisa melahirkan anak muda yang memiliki rasa nasionalis," ujar Tria, vokalis The Changcuters di Marina Convention Center, Semarang (25/9).

1. Berharap Dukungan Dari Pemerintah

Tria CS menyebut jika bakat yang dimiliki para pemuda di Indonesia sangatlah besar. Namun sayangnya, masih sering dijumpai kurangnya dukungan fasilitas dari pihak pemerintah untuk mengembangkan bakat-bakat besar tersebut.

"Skill kita tinggi-tinggi, tapi kenapa masih kurang dibanding negara lain? Ya itu, mungkin kurangnya rasa nasionalis. Fasilitasnya juga mungkin kurang merata. Ke depannya mudah-mudahan dari pihak pemerintah ataupun swasta berkolaborasi untuk anak-anak muda berbakat ini. Contoh ya, ada anak muda Indonesia bekerja di Hollywood bikin film box office. Oke itu bagus, tapi kenapa orang sepintar itu malah keluar? Kenapa nggak dibangun di sini? Mungkin karena kurangnya apresiasi. Itu lah kenapa dibutuhkan rasa nasionalis agar kita bangga dengan negara sendiri," urai Tria.

"Bisa contoh lah, atlet skateboard. Di Indonesia fasilitasnya minim, lain kalo di luar negeri. Tapi prestasi mereka gak kalah, apalagi kalo fasilitas mereka dipenuhi. Masa nunggu menang dulu baru diperhatikan?" sambung Qibil.

2. Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan

Gambar

Pelajaran tentang kewarganegaraan di sekolah dinilai sangat penting untuk membangun rasa nasionalisme dan toleransi para generasi muda. Selain itu tentunya juga dibutuhkan dukungan dari lingkungan sekitar mengenai 2 hal tersebut

"Dulu ada PPKN, PMP. Itu sangat mendidik kita tentang dasar-dasar nilai kemanusiaan, nilai-nilai bernegara. Pendidikan moral itu bukan hanya sampai SD, sampai tua juga penting. Jadi di berbagai pelosok harus ada, saling toleransi," sambung Alda.

"Sebenarnya bukan hanya berhenti dari pembekalan, tapi juga lingkungannya harus memiliki rasa nasionalis juga. Semuanya harus saling singkron," tegas Tria.

3. Kondisi Indonesia Saat Ini

Gambar

Rasa toleransi dan nasionalisme yang dimiliki bangsa Indonesia saat ini dinilai masih sangat kurang. Masih sering kali terlihat perpecahan internal, entah itu karena masalah politik, suku, agama, maupun ras. Hal itulah yang menurut Tria perlu mendapat perhatian lebih.

"(Indonesia) Lagi belajar. Bayangkan dari SD kita diajarkan toleransi, Belajar musyarakat untuk mencapai mufakat, tapi belum mufakat udah protes, pendapatnya gak diterima merajuk. Sekarang Indonesia sangat butuh toleransi yang besar, wawasan tinggi, kecedarsan, pengalaman," pungkas Tria.

Reporter:   Muhammad Akrom Sukarya