Tidak Ada Firasat Sebelum Meninggal Dunia, Begini Sosok Purwaniatun 'Si Mbok' di Mata Anak

Renisya Satya Putri   | Senin, 23 Maret 2020 19:19 WIB
Tidak Ada Firasat Sebelum Meninggal Dunia, Begini Sosok Purwaniatun 'Si Mbok' di Mata Anak

Kapanlagi.com - Purwaniatun meninggal dunia karena sakit pada tanggal 23 Maret 2020. Keluarga Purwaniatun mengaku tidak memiliki firasat apa-apa sebelum ditinggalkan aktris yang kerap memainkan peran asisten rumah tangga di berbagai judul sinetron ini.

Sigit Bayu Kuncoro, putra sulung Purwaniatun, mengaku bahwa sang ibu adalah sosok yang menjadi inspirasi bagi keempat anak-anaknya. Wanita yang akrab dipanggil Mbak Pur tersebut senantiasa memotivasi dan meminta mereka untuk berbuat baik.

"Beliau inspirasi kita, sangat menginspirasi buat anak-anaknya, selalu memotivasi, selalu menyuruh kita untuk berbuat baik sesama," ujar Sigit Bayu Kuncoro, putra sulung Purwaniatun, saat ditemui di rumah duka kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Senin (23/3).

 

 

1 dari 2 halaman

1. Pesan Terakhir

 Pesan Terakhir Purwaniatun © YouTube/TRANS TV Official
Putra sulung Purwaniatun mengungkapkan bahwa ibunya tidak meninggalkan pesan terakhir. Namun, wanita kelahiran 1952 ini meninggalkan wejangan-wejangan baik yang akan selalu dikenang oleh keluarganya, seperti nasihat untuk saling tolong menolong.

"Sebenarnya kalau pesan terakhir nggak ada juga, karena setiap harinya almarhumah selalu memberikan wejangan-wejangan yang baik untuk keluarga, ya itu pesan terakhirnya. Harus saling tolong sesama saudara, ada masalah apapun harus dibicarakan baik-baik. Itu lah. Hari-harinya emang begitu," kenang Sigit Bayu Kuncoro.

2 dari 2 halaman

2. Penampilan Terakhir

Sebelum divonis menderita kanker dan setuju untuk menjalani proses operasi, penampilan terakhir Purwaniatun di hadapan publik adalah menjadi bintang tamu di acara Brownis yang tayang di TRANS TV. Pada saat itu, Purwaniatun masih dalam keadaan yang fit dan kondisi kanker di rahimnya belum terlalu parah.

"Seratus persen fit, dan kanker di rahim dia nggak terlalu parah, masih normal terkontrol. Kenapa dia siap dioperasi ya karena semua udah siap (kondisinya saat itu) dan yang menginginkan (dioperasi) beliau sendiri. Semua kondisinya siap, parunya, jantungnya, ginjalnya dan darahnya semua siap dan kita oke waktu itu," ungkap Sigit Bayu Kuncoro.

(kpl/irf/rsp)

Reporter:  

Irfan Kafril