Tina Talisa, Tiap Profesi Butuh Konsekuensi

Anton | 20 September 2010, 22:45 WIB
Tina Talisa, Tiap Profesi Butuh Konsekuensi
Kapanlagi.com - Sebuah profesi membutuhkan konsekuensi yang terkadang dianggap tak normal oleh khalayak umum. Hal itu diungkapkan oleh Tina Talisa berkaitan dengan kasus yang tengah dialami oleh Puteri Indonesia 2009 Qory Sandioriva dengan ibundanya. Ibunda Qory sempat mengeluhkan putrinya tak mau menyempatkan diri untuk berlebaran bersama keluarga.

"Menurut saya gak usah terjadi masalah yang prestis, mungkin sesekali ada hanya masalah teknis. Misalnya saya jadi wartawan, jika dibandingkan dengan Puteri Indonesia jadwal saya lebih gak normal. Bisa saja lebaran saya masih bekerja, itu misalnya bisa datang ke orang tua dengan mengatur waktu," tutur Tina saat ditemui di acara nonton bareng film SANG PENCERAH bersama Generasi Amanat (Gen-A) di Plaza Senayan, Minggu (19/9) malam.

"Saya pikir konteksnya bukan hanya Puteri Indonesia yang banyak bidang pekerjaan, pun banyak yang tidak bisa berkumpul saat lebaran atau natal. Sama seperti polisi, perawat dan pegawai hotel, saya pikir kalau maksimal tidak terjadi hal seperti itu," lanjutnya.

Lantas, apakah Qory bisa disebut sebagai anak yang durhaka? "Pertama saya tidak tahu kasusnya seperti apa, yang kedua saya tidak mau masuk ke ruang privasi sejauh itu. Karena yang paling tahu apa yang terjadi Qory dan keluarganya," pungkas mantan finalis Puteri Indonesia 2003 itu.  (kpl/adt/bun)

Editor:  

Anton