Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Tolak Jadi Saksi Jerinx dalam Kasus Dugaan Pengancaman, Dokter Tirta: Lau Sokap?

Tantri Dwi Rahmawati   | Kamis, 20 Januari 2022 18:50 WIB
Tolak Jadi Saksi Jerinx dalam Kasus Dugaan Pengancaman, Dokter Tirta: Lau Sokap?
Dokter Tirta Tolak Jadi Saksi Jerinx © instagram.com/dr.tirta

Kapanlagi.com - Dokter Tirta kembali buka suara terkait penolakan saat diminta menjadi saksi Jerinx terkait kasus dugaan pengancaman yang dilakukan terhadap Adam Deni. Dokter Tirta mengatakan kalau dirinya tak ada kaitannya dengan kasus Jerinx dengan Adam Deni.

"Ya emang nolak lah gak ada kaitannya, ada orang gak ada izin," ucap Dokter Tirta saat ditemui di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (19/1).

Dokter Tirta sendiri kaget saat mengetahui namanya tiba-tiba muncul di pemberitaan dan media sosial kalau diminta jadi saksi. Apalagi, dia sudah lama sekali tak pernah melakukan komunikasi dengan Jerinx.

"Terus gak setahun pernah hubungin saya, gak pernah silaturahmi, gak pernah WA, tiba-tiba dicatut saya minta bantuan Dokter Tirta, lau sokap? Bantuin bisnis sepatu gak yang lu lakuin koar-koar endorsement Covid," katanya.

1. Ogah Tersangkut

Gambar

Untuk kedepannya, Dokter Tirta meminta agar Jerinx jangan pernah lagi menyangkutpautkan dirinya dengan masalahnya dengan Dokter Tirta.

"Pokoknya apa yang lu lakuin sekarang tanggung jawab, sama buktikan salah pa enggak, jangan catut nama orang, saya sibuk urus pasien, urusin bisnis sepatu," pungkasnya.

2. Hadirkan Saksi Ahli Bahasa

Gambar

Sebelumnya, sidang digelar dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli bahasa dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), yaitu Wahyu Wibowo.

Dalam persidangan, Wahyu Wibowo mengatakan bahwa dalam kasus ini, ancaman tidak hanya berupa tindakan kekerasan. Akan tetapi juga hal tersebut bisa datang dari tutur kata yang disampaikan.

3. Munculkan Berbagai Reaksi

"Dalam konteks ini ancaman, ancaman itu bisa menjadi membuat orang lain geram, marah, bereaksi. Pada saat diucapkan ancaman, akibatnya ada bisa tersinggung marah," kata Wahyu Wibowo di saat bersaksi dalam sidang kasus Jerinx di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (18/1/2022).

Kemudian, Wibowo menjelaskan bahwa suatu tindakan ancaman tergantung dari konteks dan arah pembicaraan yang terjadi antara kedua belah pihak.

4. Kembali Pada Konteks

"Ada yang disebut dengan konteks kita baca konteks percakapan itu, kita lihat lama-kelamaan si A mengancam si B, dari mana itu? Misalnya 'kamu ke sini saya injak-injak kepala kamu. Itu terlihat dari pilihan kata yang diambil oleh orang tersebut, kembali lagi kepada konteks percakapannya," lanjut Wahyu Wibowo.

Reporter:   Sahal Fadhli

Topik Terkait