Tren Terbaru, Konde Mawar A la Memes

Fitrah Ardiyanti | 09 Februari 2015, 12:34 WIB
Tren Terbaru, Konde Mawar A la Memes
Kapanlagi.com - Lama tak terlihat mengeluarkan album baru Memes baru saja merilis album Lief Java pada akhir Desember lalu. Istri komposer Addie MS tersebut mengeluarkan album untuk menandai 20 tahun karirnya di dunia musik Indonesia.

Lief Java yang berarti Jawa yang Elok, dipersembahkannya bagi komposer legendaris Indonesia, Ismail Marzuki. Dalam album ini, ia berkerja sama dengan sang suami.

Lief Java berisi sembilan lagu legendaris Ismail Marzuki dan satu lagu Is Haryanto yang dibawakannya dengan irama jazz dan orkestra. Lagu-lagu tersebut adalah Payung Fantasi, Saputangan dari Bandung Selatan, Juwita Malam, Dari Mana Datangnya Asmara, Tinggi Gunung Seribu Janji, Rindu Lukisan, Sepanjang Jalan Kenangan, Selendang Sutera, Sabda Alam, dan Bunga Anggrek. Tak tanggung-tanggung, Memes dan Addie MS., sampai harus terbang ke Praha untuk rekaman!

Ibu dari Kevin Aprilio dan Tristan Juliano ini juga nampak makin langsing saat merilis album baru dan memulai promonya. Sesuai dengan judul albumnya, ia juga makin sering mengenakan kebaya model kutu baru dengan sentuhan lebih modern. Memes terlihat cantik dan elegan seperti kebanyakan putri-putri kerajaan Jawa yang kalem.

Selain mempopulerkan kembali kebaya kutu baru, Memes yang telah menginjak usia 50 tahun tak mau ketinggalan tren. Ia dan sang penata rambut menciptakan tren baru, bernama Konde Mawar. Seperti yang nampak dalam foto di bawah ini, konde dibuat dengan sangat indah dan tentu saja membutuhkan tingkat ketelatenan dan kreativitas tinggi.

Konde Mawar A La Memes/instagram.com/memes605Konde Mawar A La Memes/instagram.com/memes605

Kebaya kutu baru dan Konde Mawar bergaya low bun ini makin membuat Memes tampil memesona dalam sebuah acara TV dalam rangka promo albumnya. Kebaya bermotif floral dengan warna cerah ini jauh dari kata 'tua'. Plus, makeup Memes yang tak berlebihan malah membuatnya makin muda.

Gimana menurut kamu Konde Mawar ini? Kreatif dan inspiratif, bukan?

(kpl/tch)

Editor:  

Fitrah Ardiyanti