Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Tutup Pintu Damai, Daniel Patrick Sebut Wanda Hamidah Sudah Dua Kali Lakukan Aksi Anarkis Pada Dirinya

Minggu, 22 Mei 2022 13:30 WIB
Tutup Pintu Damai, Daniel Patrick Sebut Wanda Hamidah Sudah Dua Kali Lakukan Aksi Anarkis Pada Dirinya
Wanda Hamidah dua kali lakukan anarki ke Daniel Patrick (credit: Kapanlagi.com/Irfan Kafril)

Kapanlagi.com - Daniel Patrick diketahui telah melaporkan mantan istrinya, Wanda Hamidah ke Polres Metro Depok, Selasa (17/5). Ia beralasan karena jengah akan Wanda Hamidah yang melakukan dugaan pengerusakan dan juga ancaman kepada dirinya.

Saat ditemui di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, (21/5) Sabtu sore, Daniel juga mengungkapkan bahwa kejadian serupa pernah terjadi sekitar dua tabun yang lalu. Namun kala itu, masalah bisa diselesaikan secara baik-baik.

"Kejadian kemarin itu sudah kedua kalinya. Pertama itu dua tahun lalu. Cuma yang pertama itu kami tidak laporin ke polisi. Kami selesaikan baik-baik," ungkap Daniel Patrick.

1. Terobos Lakukan Ancaman

Gambar

Menurut Daniel, apa yang dilakukan Wanda yang menerobos dan melakukan pengerusakan hingga ancaman, sudah membuat dirinya dan keluarga merasa ketakutan. Apalagi pada kejadian kedua kalinya ini, ada yang menjadi korban.

"Karena sudah kedua kalinya, maka kami mengambil langkah membawa kasus ini ke ranah hukum, laporan kepolisian. Alasannya karena anak saya itu ketakutan dan kaget. Psikisnya terganggu karena aksi WH itu," ujarnya.

2. Sudah Hubungi dan Minta Maaf

Selain itu, Daniel mengaku kalau Wanda sudah menghubunginya untuk meminta maaf dan berjanji akan melakukan ganti rugi atas pengerusakan kaca rumah yang pecah. Namun itikad baik Wanda tidak diterima oleh Daniel dan istrinya sebab, aksi pengerusakan tersebut berdampak buruk ke anak-anak mereka sehingga pintu damai pun pihaknya tutup agar kejadian tak terulang untuk yang ketigakalinya.

"Istri saya punya anak dari pernikahan sebelumnya. Aksi ini tuh membuat anak-anak kami merasa ketakutan. Imbasnya ke anak sih, itu aja," paparnya.

"Keputusan kami meneruskan ini ke ranah hukum meski WH berjanji akan mengganti rugi. Karena kami takut kedepannya akan terjadi lagi," tukasnya.