Tutup Usia, Keluarga Belum Tentukan Tempat Pemakaman Johny Indo

Sanjaya Ferryanto   | Minggu, 26 Januari 2020 12:59 WIB
Tutup Usia, Keluarga Belum Tentukan Tempat Pemakaman Johny Indo

Kapanlagi.com - Berita duka datang dari Johny Indo. Mantan perampok yang pernah merampok rumah orang kaya asing pada periode 70-an ini tutup usia pada hari ini (26/01) pukul 07.45 WIB.

Santa, cucu Joni Indo saat dihubungi lewat sambungan telepon, Minggu (26/1) mengatakan jika pihak keluarga masih berembuk mengenai tempat pemakaman Johny. namun ada kemungkinan jika Johny akan dimakamkan di Jakarta Barat.

"ini masih rembukan karena bener-bener dadakan banget kita masih bingung, biasanya Dr. Eva yang ambil keputusan, tapi kan tahu sendiri keluarga kita juga sekarang lagi kena musibah juga yang lain, jadi kita masih rembukan mau dimana, biasanya sih di makam keluarga di daerah mana lupa di Jakarta Barat," ujarnya.

 

1 dari 2 halaman

1. Masih Berembuk

Masih Berembuk Istimewa
Seperti diketahui, Dr. Eva adalah anak dari Johny Indo. Dirinya kini tengah ditahan karena kasus investasi MeMiles yang menjeratnya, sehingga pihak keluarga lainnya ikut menghandle pemakaman sang ayah.

"Paling siang ini (keputusannya), saya juga lagi menuju ke sana, sekarang posisi di Tangerang, di tempat istrinya, jadi kebetulan dia sudah berapa bulan ini tinggalnya sama mama saya, hampir setengah tahunlah, di rumahnya," tambahnya.

2 dari 2 halaman

2. Tak Ingin Repotkan Anak

Dirinya juga mengingat salah satu pesan sang kakek yang mengatakan untuk mengajarkan dan berbuat yang baik. Santa menyebutkan jika Johny adalah sosok yang tak ingin merepotkan anak-anaknya.

"Dia kan mungkin namanya udah tua, sudah mulai pikun, palingan keseringan becanda doang aja, kita suka ngeledekin, kadang kayak bilang dulu opa cita-citanya, kayak aku contoh waktu masih SD bilang kalo ditanya mau jadi apa, terus aku jawab jadi mafia kayak opa biar keren, taunya gitu karena kan dia bintang film, dia paling bilang, jadi orang harus yang baik, berguna buat orang lain, dia selalu ngajarin yang baik-baik aja, gak ada yg sampe gimana, sakit juga dia gak rasain, dia kan orangnya gak mau repotin anak-anaknya, jadi kadang apa-apa sendiri, padahal jalan aja udah agak susah, udah usia juga, kadang kita juga ajak jalan, refreshing, cuma karena juga kemarin sibuk, jadi gak terlalu perhatiin dia. Kemarin sudah keluarga dari istrinya, nenek saya, anak-anaknya juga pada kumpul di sana, setidaknya gak kesepian juga, cuma pas meninggalnya dadakan malamnya muntah-muntah gak ada tanda-tanda gimana," tutupnya.

(kpl/aal/frs)

Reporter:  

Sahal Fadhli