Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Ungkap Pernah Derita Disleksia, Tamara Bleszynski Dulu Tak Bisa Bedakan A dan B

Wulan Noviarina Anggraini   | Kamis, 09 Januari 2020 16:38 WIB
Ungkap Pernah Derita Disleksia, Tamara Bleszynski Dulu Tak Bisa Bedakan A dan B
Tamara Bleszynski © instagram.com/tamarableszynskiofficial

Kapanlagi.com - Tidak banyak orang yang tahu bahwa selama ini Tamara Bleszynski mengidap disleksia. Ini adalah sebuah gangguan dalam membaca, mengidentifikasi huruf dan kata-kata dan tidak bisa menuliskannya dengan benar.

Fakta itu baru diungkap oleh ibu dua anak ini dalam postingannya di Instagram belum lama ini. Sambil mengunggah foto kala ia sedang berada di pangung untuk membaca puisi, Tamara mengaku bahwa ia menderita disleksia.

Karena disleksia, ia tidak bisa membaca naskah atau puisi dengan mudah. Penderita disleksia sulit untuk merangkai huruf dan kata menjadi kalimat. Namun karena kecintaannya pada dunia seni peran, Tamara menghapal semua naskah yang ia terima.

Now that you are AWAKE, it's time for you to wake right now!

Awake

1. Susah Bedakan A dan B

Gambar

Karena disleksia yang ia derita, Tamara mengaku sulit membedakan huruf-huruf. Ia bahkan sulit membedakan A dan B karena tampak sama, demikian pula dengan huruf lain.

"Aku dulu punya kesulitan untuk membaca yan benar, karena huruf-huruf seperti menari-nari bagiku. E menjadi G, A menjadi B dll..dan susah bagiku untuk mengingat urutan alphabet yang simpel. Karena huruf-huruf menari-nari dalam ingatanku, berbeda dgn tulisannya..walau sudah pakai kacamata. Tapi semangatku untuk mengingat semua naskah, lebih besar dari kekuranganku #dislexia #perjuangan #seniperan #tamarableszynski," tulis Tamara.

2. Dapat Banyak Dukungan

Pengakuan Tamara mengenai disleksia yang ia derita membuat banyak netizen kagum. Karena selama ini ia menghapal semua naskah, padahal cukup sulit baginya untuk membaca kalimat.

Banyak yang kagum dan mengingat momen kala Tamara membaca puisi di atas panggung. Mereka terkejut karena ternyata Tamara bisa membawakan puisinya dengan baik meski ia menderita disleksia.

Editor:   Wulan Noviarina Anggraini