Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Update Kasus Cyntiara Alona Terkait Prostitusi Anak, Berkas Sudah Lengkap & Akan Segera Disidang

Rabu, 14 Juli 2021 19:31 WIB
Update Kasus Cyntiara Alona Terkait Prostitusi Anak, Berkas Sudah Lengkap & Akan Segera Disidang
Kapanlagi/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Berkas kasus dugaan praktik prostitusi anak di bawah umur, dengan tersangka Cynthiara Alona sudah lengkap atau P-21. Penyidik Polda Metro Jaya pun melimpahkan barang bukti beserta tersangka ke Kejaksaan Negeri Tangerang, Rabu (14/7/2021).

Dari pantauan, Cynthiara Alona tiba di Kejaksaan Negeri Tangerang sekitar pukul 11.00 WIB diantar petugas dengan mobil kepolisian. Alona yang menggunakan busana muslim berwarna hijau dipadu jilbab cokelat, langsung dibawa petugas ke Ruang Tahap II, tanpa banyak bicara kepada awak media.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Tangerang Dewa Gede Wirajana, mengatakan kondisi kesehatan Alona beserta dua tersangka lainnya dalam keadaan baik sehingga tidak mengganggu proses penelitian barang bukti dan identitas.

1. Segera Limpahkan Berkas

Gambar

Wirajana juga mengatakan pihaknya akan segera melimpahkan berkas Cyntiara Alona beserta dua tersangka lainnya ke Pengadilan agar segera disidang. "(Sidang) Secepatnya kami limpahkan ke Pengadilan," tuturnya.

Wirajana melanjutkan, usai pemeriksaan terhadap Alona selesai, pihak Kejaksaan akan mengembalikan Alona ke Rutan Polda Metro Jaya. "Untuk sementara kami serahkan lagi ke Polda Metro Jaya karena LP Wanita sedang Lockdown dan di sini sedang zona merah maka kami kembalikan ke Polda Metro Jaya," tuturnya

2. Gerebek Hotel

Seperti diketahui penangkapan terhadap Cyntiara Alona diawali dengan petugas kepolisian Polda Metro Jaya yang menggerebek sebuah Hotel di kawasan Tangerang karena diduga melakukan tindak prostitusi anak di bawah umur. Peristiwa penggerebekan terjadi pada Selasa, 16 Maret 2021.

Setelah dilakukan penyidikan, polisi menetapkan Cyntiara Alona selaku pemilik hotel dan dua orang lain yang berperan sebagai muncikari, yakni AA dan DA, sebagai tersangka.