Usai 'Ikan Asin', Pablo Benua Dilaporkan Atas Kasus Penipuan & Penggelapan Mobil

Sora Soraya | Kamis, 11 Juli 2019 20:15 WIB
Usai 'Ikan Asin', Pablo Benua Dilaporkan Atas Kasus Penipuan & Penggelapan Mobil

Kapanlagi.com - Kasus 'Ikan Asin' yang menjerat nama Galih Ginanjar dan Rey Utami rupanya juga turut menyeret Pablo Benua sebagai pemilik akun YouTube Rey Utami & Benua. Setelah melalui proses pemeriksaan yang cukup panjang, pasangan suami istri ini akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Bukan sekedar rumor, hal ini secara langsung dikonfirmasi oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Argo Yuwono. "Setelah mendapat informasi dan klarifikasi kemudian penyidik melakukan gelar perkara tadi malam sekitar jam 23. Dan kemudian hasil dari gelar perkara tersebut setelah melihat keterangan semua, saksi barang bukti, jadi untuk status ketiganya dinaikkan menjadi tersangka. Jadi setelah terlapor sekarang tersangka," tuturnya.

Galih Ginanjar, Pablo Benua, dan Rey Utami akan dijerat UU ITE dan pasal 310 dan 311 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. Belum selesai kasus tersebut, kini nama Pablo Benua kembali terlibat dalam tuduhan lain.

1 dari 2 halaman

1. Dilaporkan Sejak Tahun Lalu

Dilaporkan Sejak Tahun Lalu KapanLagi.com®/Nurwahyunan
Seperti yang dilansir dari Merdeka, Pablo Benua baru saja dilaporkan atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan mobil. Argo Yuwono pun mengaku jika sebenarnya laporan ini sudah ada sejak tahun lalu.

"Polisi juga menerima laporan pada tanggal 26 Februari 2018 tentang penipuan dan penggelapan mobil dengan terlapor Pablo Benua," tutur Argo saat ditemui di Mapolda Metro Jaya pada Rabu (11/7).

2 dari 2 halaman

2. Selalu Mangkir dari Panggilan Polisi

Setahun lebih berlalu, hingga saat ini kasus tersebut masih didalami oleh penyidik. Yang lebih mengejutkan lagi, Pablo rupanya selalu mangkir saat dipanggil untuk pemeriksaan kepolisian. "Setiap dipanggil alasan sakit," ungkap Argo.

Menambahkan apa yang disampaikan oleh Argo, Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Sapta Maulana menyampaikan jika objek penipuan ini berupa mobil kredit. "Menurut pelapor, yang bersangkutan selaku debitur tidak bayar cicilan dan diduga unit dialihkan kepada orang lain. Dia dipanggil belum hadir, alasan sakit," jelas Sapta Maulana.

(kpl/mdk/sry)


Editor:  

Sora Soraya

↑