Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Ustaz Yusuf Mansur Dilaporkan Secara Pidana Terkait Investasi

Selasa, 17 November 2020 11:33 WIB
Ustaz Yusuf Mansur Dilaporkan Secara Pidana Terkait Investasi
Ustaz Yusuf Mansur © KapanLagi.com/Nurwahyunan

Kapanlagi.com - Ustaz Yusuf Mansur kembali berurusan dengan hukum. Setelah sempat digugat secara perdata di Pengadilan Negeri Tangerang, terkait tudingan wanprestasi, kini Ustaz Yusuf Mansur terancam dilaporkan secara pidana karena masalah investasi oleh sejumlah orang.

"Itu korban yang berbeda, mereka orang Jawa Timur semua, dan minggu lalu vonis. Dan umat dinyatakan kalah karena kekurangan bukti formal. Lawyernya bukan kami, itu rekan kami. Tampaknya mereka akan banding dan oleh sebab itu, sekarang ini saya dan rekan-rekan ini kita akan memproses dari sisi aspek pidana," kata Yusuf selaku tim kuasa hukum pelapor Yusuf Mansur, di kawasan Ampera Jakarta Selatan, Senin (16/11/2020).

1. Rugi Ratusan Juta

Gambar

Ada 10 orang investor berniat melaporkan ustaz 43 tahun tersebut. Mereka menduga adanya dugaan tindak pidana penipuan, penggelapan, dan pelanggaran ITE. Para korban yang akan melaporkan kembali Ustaz Yusuf Mansur mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta

"Kemungkinan ini ada dugaan penipuan dan penggelapan dan ITE. Karena mereka mengandalkan website juga. Kalau di kita ini total yaa nilainya ratusan juga, itu yang mengajukan ke kita. Karena kita pilah yang memenuhi unsur pidana," kata Djudju Purwanto.

2. Pelapor Kenalan Dekat

Para korban yang akan melapor tersebut kenal dekat dengan Ustaz Yusuf Mansur. Sejak tahun 2016 mereka mengikuti berbagai program investasi yang dimiliki Ustaz Yusuf Mansur. Kali ini program Tabung Tanah yang diduga memiliki beberapa unsur pidana di dalamnya sehingga para korban berupaya melaporkan hal tersebut.

Bukan kali pertama Ustaz Yusuf Mansur tersandung masalah hukum karena beberapa projek investasinya. Sebelumnya, Ustaz Yusuf Mansur baru saja memenangkan gugatan perdata atas lima orang investor, ketua majelis hakim PN Tangerang menganggap bukti yang diberikan kurang.