Vivi Paris Ngaku Intens WA Sandy Tumiwa Selama Ditahan, Kalapas Salemba Kecolongan

Sora Soraya | Kamis, 01 Agustus 2019 17:15 WIB
Vivi Paris Ngaku Intens WA Sandy Tumiwa Selama Ditahan, Kalapas Salemba Kecolongan

Kapanlagi.com - Rabu malam kemarin (31/7) Vivi Paris menggelar jumpa pers mengenai keinginan berpisah dengan Sandy Tumiwa yang kini menjalani penahanan di Lapas Salemba, Jakarta Pusat. Selama memberi pernyataan, Vivi mengungkap banyak hal termasuk komunikasi intens lewat WhatsApp dengan sang suami.

Perkataan Vivi Paris itu rupanya membuat pihak lapas merasa kecolongan. Karena ada tahanan yang bebas bermain ponsel.

"Jangan ada pemberitaan yang cenderung menyudutkan kami. Kalau soal komunikasi lewat WhatsApp lalu kemudian dengan perangkat ponsel tentu tegas saya katakan kami larang. Tetapi sejauh ini masih ada seperti itu. Ini penyimpangan," kata Masjuno selaku Kalapas Salemba, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (1/8).

1 dari 2 halaman

1. Merasa Kecolongan

Dengan beredarnya pemberitaan terkait komunikasi menggunakan WhatsApp, pihak Lapas Salemba akan memeriksa Sandy Tumiwa. Karena jika ingin berkomunikasi dan memakai ponsel, seharusnya menghubungi petugas terlebih dahulu.

"Secara dewasa kami katakan demikian (kecolongan), di samping tidak ada hentinya kami melakukan upaya-upaya itu. Kalau komunikasi memang kita butuhkan, tapi seharusnya dia datang ke petugas untuk menyambungkan komunikasi, bukan mengambil langkah komunikasi sendiri. Kami kan tidak menutupi celah komunikasi dengan keluarga," tambah Masjuno.

"Saya sudah perintahkan kepada jajaran saya, terkait naiknya berita untuk didalami, terutama ke Sandy Tumiwa. Karena kita yang punya otoritas masuk ke sana, karena yang bersangkutan diberitakan," jelasnya.

2 dari 2 halaman

2. Berikan Sanksi

Pihak Lapas Salemba mengatakan bakal memberi sanksi kepada Sandy Tumiwa terkait hal ini. Namun terlebih dulu jajarannya akan melihat seberapa dalam kesalahan yang dilakukan.

"Kalau setiap pelanggaran pasti logisnya ada sanksi. Kita lihat seberapa besar dia melakukan kesalahan. Dalam artian kalau menggunakan ponsel sudah pasti biasanya ada serangkaian pemeriksaan, menginterogasi yang bersangkutan. Ada namanya tim pengamat media untuk menentukan kesalahan, lalu kemudian nanti penjatuhan disiplinnya apa," tutupnya.

(kpl/abs/sry)


Reporter:  

Adi Abbas Nugroho

↑