Vote Komodo Berakhir Pukul 17.11 WIB

Darmadi Sasongko | 11 November 2011, 16:11 WIB
Vote Komodo Berakhir Pukul 17.11 WIB
Kapanlagi.com - Tidak hanya Indonesia yang 'ribut' soal New7Wonders dengan Pulau Komodonya, dua obyek wisata yang keikutsertaannya dipolemikkan juga dialami Pulau Jeju Korea Selatan, dan Teluk Halong Vietnam.

"Pulau Jeju Korea Selatan, dan Teluk Halong Vietnam memang sedang ramai dibicarakan di negerinya juga," kata Koordinator Pendukung Pemenangan Komodo (P2K) Emmy Hafild melalui pesan singkat (SMS), Kamis (10/11/2011).

Peserta lain yakni tujuh obyek lain adalah Laut Mati di perbatasan Jordania, Israel dan Palestina, The Grand Canyon Amerika Serikat, The Great Barrier Reef di Australia, Jeita Grotto Lebanon, Puerto Princesa Underground River di Filipina, Sundarbans di Perbatasan Bangladesh dan India, serta Vesuvius di Italia.

Obyek-obyek alam ini pun sama seperti di Indonesia, ada beberapa pihak yang tidak sepakat dengan program Bernard Weber itu. Ujung-ujungnya, di Korea Selatan muncul situs www.save4jeju7.com sebagai wadah warga yang tidak sepakat. Hal yang sama juga muncul di Vietnam.

"Untuk Pulau Komodo di Indonesia, terakhir memunculkan Pendukung Pemenangan Komodo (P2K) yang diarsiteki oleh kami dan Duta Komodo oleh Bapak Jusuf Kalla, sebagai bentuk kepedulian terhadap Komodo yang sudah terpilih sebagai finalis tingkat dunia itu," katanya.

Emmy hanya berharap polemik dan larangan untuk mengelurkan data ke publik membawa berkah bagi Komodo pasca penutupan vote yang akan berakhir, Jumat, tanggal 11/11/2011, sekitar pukul 17.11 WIB, yaitu menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia baru.

Karena itu, mari kita terus dukung Komodo dengan mengetik KOMODO dan mengirim ke 9818 untuk waktu yang masih tersisa ini untuk mewujudkan impian Pulau Komodo masuk dalam tujuh besar keajaiban dunia baru.

"SMS bisa dikirim berulang kali lewat nomor yang sama dari pelanggan Telkomsel, XL, Indosat, dan Telkom Flexi sebelum ditutup tanggal 11 November 2011 pukul 11.00 waktu Swiss atau pukul 17.11 WIB," katanya.   (antara/dar)

Editor:  

Darmadi Sasongko