Wiranto Ditusuk, Venna Melinda Tegaskan Gejala Radikalisme Harus Dihadapi Bersama

Tantri Dwi Rahmawati | Jum'at, 11 Oktober 2019 19:57 WIB
Wiranto Ditusuk, Venna Melinda Tegaskan Gejala Radikalisme Harus Dihadapi Bersama

Kapanlagi.com - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto ditusuk seorang pria saat berkunjung ke Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019) lalu. Kejadian ini memantik prihatin di hati banyak orang, salah satunya Venna Melinda.

"Saya turut prihatin ya. Karena saya kan hari-hari saya di DPR dulu, ke Dapil sama masyarakat membaur. Nah tentu akan ada peristiwa orang bisa nekat melakukan hal itu, menyerang terang-terangan," tutur Venna saat dijumpai di gedung Trans TV, Jakarta Selatan, Jumat (11/10).

1 dari 2 halaman

1. Venna Sebut Ini Sebagai Gejala Baru

Venna Sebut Ini Sebagai Gejala Baru Venna Melinda © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya
Lebih lanjut, Venna menyatakan aksi nekat berbahaya ini merupakan gejala baru yang tengah menimpa negeri ini. "Nah, tentu disitu ada gejala baru di Indonesia, bahwa kalau memang penyerangan pak Wiranto soal pemahaman radikalisme, itu lah kita harus sama-sama sadar bahwa NKRI bukan sebuah slogan," lanjutnya.

Bagi Venna, menghadapi gejala radikalisme ini harus diiringi dengan itikad baik bersama. "Kita harus benar-benar punya itikad baik, Indonesia harus dicintai dan jangan mau terpecah belah hanya karena pemahaman radikalisme seperti itu," imbuh wanita 47 tahun ini.

2 dari 2 halaman

2. Venna Singgung Soal Pelantikan Presiden

Venna merasa menjaga keutuhan NKRI ini menjadi tugas bersama. "Oh iya, sekarang gini, itu pejabat negara aja bisa kena, padahal ada pengamanan kan, gimana masyarakat biasa? Ya buat saya ya ini adalah tugas kita bersama," ujar Venna.

Pemberantasan radikalisme betul-betul harus dilakukan mengingat kondisi politik jelang pelantikan Presiden dan Wapres. "Masyarakat, eksekutif, legislatif pasti penegak hukum bagaimana menciptakan kondisi Indonesia yang baik pasca pemilu ini. Apalagi menjelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden," tutupnya.

(kpl/far/tdr)


Reporter:  

Fikri Alfi Rosyadi

↑