Yusuf Mansur: Kepergian Bu Ani Yudhoyono Mempersatukan Warna di Tanah Air

Wulan Noviarina Anggraini | Minggu, 02 Juni 2019 11:38 WIB
Yusuf Mansur: Kepergian Bu Ani Yudhoyono Mempersatukan Warna di Tanah Air

Kapanlagi.com - Begitu mendengar kabar Ani Yudhoyono meninggal dunia, uztaz Yusuf Mansur langsung kontak orang partai Demokrat. Berita tersebut ia dapatkan ketika baru turun dari pesawat di bandara, dan ternyata benar. Malam hari setelah dapat kabar, Yusuf pun menuju Bandara Halim Perdana Kusuma untuk menyambut jenazah mendiang Ani.

Bagi Yusuf, kepergian Ani untuk selama-lamanya seolah menjadi pemersatu bangsa. Di tengah kondisi yang sedang menghangat usai pemilu Mei lalu, Ani mempersatukan bangsa.

"Alhamdulillah, kepergian bu Ani seperti mempersatukan bangsa di Tanah Air. Malam hari ini seperti tidak ada perbedaan partai, fraksi, warna. Semua menyatu mendoakan beliau," ujar Yusuf ketika ditemui di Bandara Halim Perdana Kusuma, Sabtu (1/6).

1 dari 3 halaman

1. Sudah Kenal Lama

Yusuf Mansur sudah cukup lama mengenal keluarga SBY, tepatnya sejak tahun 2005 lalu. Sampai sekarang, Yusuf masih terkesan dengan sambutan yang diberikan Ani dan SBY ketika bertemu.

"Saya diterima keluarga SBY dengan formasi lengkap. Pak SBY dan bu Ani berpakaian rapi, siap banget. Itu dia kelebihan beliau, rapi. Kayak mau Lebaran, padahal yang diterima cuma saya," kenangnya.

Yusuf pun masih terkesan dengan pelayanan yang diberikan Ani kepada dirinya. Ketika makan bersama, Ani selalu menyendokkan lauk untuknya.

2 dari 3 halaman

2. Doa Yusuf

Doa Yusuf © KapanLagi.com/Deki Prayoga
Begitu memastikan kabar kepergian Ani, Yusuf langsung berdoa. Ia pun menggelar salat jenazah gaib bersama Chairul Tanjung, Kyai Ma'ruf, beberapa petinggi ormas dan kampus Islam.

"Meninggalnya di bulan suci. Mau gimana pun dia muslimah. Yang mendoakan pada puasa, beramal Ramadan. Tadi di rumah pak CT abis magrib langsung teng salat. Alim ulama kumpul dari berbagai fraksi dan warna, dikumpulkan dengan satu doa. Mendoakan bu Ani," kisahnya.

3 dari 3 halaman

3. Kehilangan bu Ani

Yusuf pun mengaku kehilangan sosok bu Ani, terutama postingan-postingannya di Instagram. "Yang kehilangan juga netizen, karena selalu nungguin Instagram bu Ani, postingan bu Ani. Kita doakan bareng-bareng pak SBY kuat, tegar, tidak sakit. Beliau dan keluarga. Semoga khusnul khotimah. Semoga temen-temen cancer itu, yang kurang terkena matahari. Kalau bisa habis subuh kenain matahari. Kerja di kantor ya jangan di kantor mulu, harus berkeringat ya," nasihatnya.

Kehilangan ini adalah kali kedua bagi Yusuf, setelah sebelumnya ustaz Arifin Ilham juga meninggal terkena kanker. Bagi Yusuf, kedua sosok ini menyatukan perbedaan bangsa dan semua orang berdoa untuk mereka.

(kpl/far/phi)


Reporter:  

Fikri Alfi Rosyadi

↑