Zarima Akui Sering Dapat Narkoba Gratis di Penjara

Yunita Rachmawati | 15 Januari 2010, 12:32 WIB
Zarima Akui Sering Dapat Narkoba Gratis di Penjara
Kapanlagi.com - Hidup di balik jeruji besi cukup lama membuat Zarima kian menyadari arti kehidupan. Namun ia mengaku punya banyak pengalaman saat masih di dalam penjara. Walaupun ia ditahan gara-gara kasus narkoba, tapi di dalam penjara pun banyak terjadi kasus serupa. Narkoba beredar bebas untuk tahanan, bahkan sekarang adalah titik parahnya.

"Iya, ini butuh perhatian serius karena 15 tahun yang lalu (saat Zarima masih di penjara) sampai sekarang justru perubahannya malah makin parah," katanya kepada KapanLagi.com saat ditemui di Hotel Century, Jakarta Selatan, Kamis (14/1) kemarin.

Diungkapkannya, di dalam penjara ia sempat mendapat tawaran untuk memakai barang haram tersebut. Tapi ia sadar hal tersebut malah akan menjerumuskannya. "Oh iya, sempat lah. Itu bukan rahasia umum lagi. Ya banyak ya, yang penting buat kita mental kuat aja," ujarnya.

"Ya itu tergantung dari diri kita sendiri. Saya kan berada di dalam Lembaga Pemasyarakatan, apa yang harus saya lakukan? Saya ingin memperbaiki diri saya, saya ingin mempersiapkan mental saya setelah keluar, justru saya tidak mau merusak diri saya. Soal tawaran tadi saya malah sering dikasih gratis, tapi saya tolak-tolakin," sambungnya.

Dari pengalaman itu, Zarima makin bisa berpikir jernih. Setelah keluar dari penjara, ia memilih untuk lebih mengenal agama. Tujuan hidup juga jadi lebih jelas dan membuatnya banyak berpikir. "Tadinya saya tidak pernah sholat, alhamdulillah sholat, jadi berpuasa juga. Saya mulai mengenal hukum Allah," ujarnya.

"Ya tujuan hidup itu bukan hanya di dunia, tapi di akhirat, dan kita hidup ini tujuan utamanya untuk di akhirat, dan jangan sampai kita melupakan akhirat hanya karena kebutuhan hidup kita di dunia," lanjut Zarima

Ia menambahkan bahwa tatanan di dalam penjara sepertinya harus diatur lebih ketat. Namun pemisahan tahanan narkoba dan lainnya juga jadi polemik tersendiri. "Seandainya dipisah itu malah bertambah kuat dan ada bandarnya jadi berjalan terus. Kalau dicampur lebih parah lagi, yang tadinya tidak narkoba jadi pakai, yang tadinya penipu di dalam memakai narkoba juga," tukasnya.  (kpl/gum/boo)

Editor:  

Yunita Rachmawati

TOPIK TERKAIT