Zarima Berharap Fasilitas LP Diperbaiki

Anton | 15 Januari 2010, 20:45 WIB
Zarima Berharap Fasilitas LP Diperbaiki
Kapanlagi.com - Pengalaman adalah guru yang terbaik, petuah itu kiranya sangat berarti bagi Zarima Mirafsur. Pengalamannya menjalani hukuman di balik jeruji besi sebanyak 2 kali membuatnya sangat menghargai sebuah kebebasan. Betapa tidak, dengan segala keterbatasan di sel penjara dirinya harus menjaga buah hatinya yang dilahirkannya di lembaga pemasyarakatan tersebut.

"Jujur, saat itu saya tidak mau masuk sel dulu karena belum ada kasur, sedang nunggu kasur datang. Kalau langsung masuk saya tidur di lantai, kalau tidak mau silahkan beli sendiri," kenang Zarima kepada KapanLagi.com di Hotel Century, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (14/1).

Apa yang ia alami sangat berbeda dengan Artalyta Suryani, terpidana kasus penyuapan jaksa Urip Tri Gunawan, mantan Ketua Tim Jaksa Penyelidik Kasus BLBI, yang mendapatkan fasilitas layaknya rumah pribadi di LP Pondok Bambu. Menurut mantan 'Ratu Ekstasi' itu, segala macam fasilitas mewah bisa didapatkan di penjara jika ada kesempatan, tawaran dan memiliki uang.

"Iya, saya sempat iri, saat itu pada zaman saya tidak ada fasilitas seperti di LP (lembaga pemasyarakatan) pria di Cipinang dan Rutan Salemba, di mana mereka ada ac, tv. Saya sempat protes kenapa di LP wanita tidak ada, bedanya apa? Emosi saya saat itu, tapi kenapa di dalam saya sudah menderita, susah memang. Tidak perlu AC, tapi paling tidak ada kamar mandi yang tertutup," keluh Zarima.

Zarima berpendapat bahwa harus ada perbaikan fasilitas dan sistem dalam rutan atau LP. Keterbatasan fasilitas dalam sel penjara, bisa dimanfaatkan oleh para petugas lapas untuk 'memperjualbelikan' fasilitas.

"Saya pikir fasilitas dan baru sistemnya. Kalau sistem sih sudah betul, tapi pada prakteknya tidak berjalan dan itu terjadi karena ada beberapa oknum yang bisa mengadakan fasilitas itu sendiri," tandasnya.

Selain masalah fasilitas, Zarima juga memaparkan tentang adanya pungutan uang bagi keluarga yang ingin membesuk para tahanan dalam sel. Tak hanya sekali, namun pungutan tersebut ada di setiap pintu yang dijaga oleh petugas lapas.  (kpl/gum/bun)

Editor:  

Anton