Lama Tak Ada Kabarnya, Ferry Salim 'Jadi' Komandan Polisi

Arai Amelya | 29 Agustus 2015, 23:07 WIB
Lama Tak Ada Kabarnya, Ferry Salim 'Jadi' Komandan Polisi

Kapanlagi.com - Sejak menekuni bisnis kuliner, aktor senior Ferry Salim jarang terlihat dilayar kaca. Memang selama ini bapak 3 anak itu lebih memilih proyek layar lebar dari pada sinetron striping yang memakan waktu banyak.

Tapi khusus untuk serial televisi berjudul Enigma, Ferry punya penilaian lain. Dalam serial Crime Story bergenre drama aksi yang akan tayang di NET TV setiap Sabtu pukul 21.30 ini, Ferry berperan sebagai polisi. Selain Ferry, ada juga pemain muda seperti Vicky Monica, Fauzan Nasrul dan Volland Humonggio.

"Saya mau terima tawaran di serial ini karena serial ini tak stripping demi menjaga kualitas cerita dan juga kualitas pengambilan gambarnya. Dan serial Enigma ini juga sesuatu yang baru dan berbeda di Indonesia," ujar Ferry di sela-sela syukuran serial Enigma di Bogor, Jawa Barat, Jumat (27/8).

Ferry bersama rekan-rekan di syukuran produksi serial 'Enigma' © KapanLagi.com®/Hendra GunawanFerry bersama rekan-rekan di syukuran produksi serial 'Enigma' © KapanLagi.com®/Hendra Gunawan

Dalam serial yang diproduseri oleh Shanker RS dan disutradarai oleh Nayato ini, Ferry berperan sebagai seorang pimpinan polisi. Dirinya menilai, serial crime story Enigma ini merupakan sebuah tontonan yang berbeda, penggarapannya serius akan menyajikan cerita cerita penuh adegan aksi.

"Ini adalah project baru saya di mana dalam project ini saya berperan sebagai seorang komandan polisi. Bertugas menyelidiki dan mengungkap suatu kasus kejahatan yang ada di jalan ceritanya. Saya sendiri merasa senang bisa bergabung di sini dan mudah-mudahan ini mendapat apresiasi yang bagus dari masyarakat yang menontonnya dan bisa panjang episode-nya," paparnya.

Sang produser, Shanker RS mengklaim, serial garapannya merupakan drama action terbaik di Asia. "Ini merupakan serial Crime Story terbaik di Asia. Penggarapan yang dilakukan oleh Nayato ini memang bisa menjadikan alternatif tontonan yang berbeda bagi pemirsa di rumah," pungkas Shanker.


(kpl/hen/aia)

Editor:   Arai Amelya