Sinopsis Sinetron 'ORANG KETIGA' Tayang Kamis, 25 April 2019

Editor KapanLagi.com | 25 April 2019, 14:01 WIB
Sinopsis Sinetron 'ORANG KETIGA' Tayang Kamis, 25 April 2019

Kapanlagi.com - Di mobil, Rangga masih tidak mau berbicara dengan Afifah. Afifah pun berusaha menjelaskan secara baik-baik pada suaminya tentang dokter cowok itu. Namun Rangga protes dan membuat Afifah menuduh balik Rangga yang genit dengan Nadya. Rangga dan Afifah pun berdebat, uniknya, keduanya juga sama-sama marah.

Sementara itu, Aris sedang menunggu Rossy sembari membuat teh dan sop panas di dapur. Ketika Rossy menghampiri Aris dengan mengenakan baju Aris, Aris terkejut hingga membuat Rossy bingung sendiri. Aris pun menggoda Rossy agar tidak berpikir yang macam-macam berdua dengannya disini lalu Rossy ngomel.

ORANG KETIGA © SCTVORANG KETIGA © SCTV

Kemudian Aris menyuruh Rossy makan dan meminum teh dahulu hingga membuat Rossy baper. Rossy semakin baper ketika selesai meminum teh dan memakan sop buatan Aris. Aris menatap kekasihnya itu dan bertanya jika tidak ada Caca, kira-kira saat Rossy balik dari luar negeri mengobati mamanya, ia akan bagaimana pada Aris?

Aris pun meyakinkan Rossy jika ia dan Caca tidak ada hubungan. Lagi pula jika Caca itu benar Yuni, berarti ia adalah istri Putra. Rossy merasa serba salah.

Sedangkan Caca masih pingsan di dalam mobil Ivan. Ivan yang berhasil menculik Caca segera melepas topeng lalu menelepon dan melapor pada Novi. Novi senang ketika mendapat laporan jika Ivan berhasil menculik Yuni.

ORANG KETIGA © SCTVORANG KETIGA © SCTV

Novi lantas menyuruh Ivan membawa Caca ke villa yang sudah disewa untuk menyekap Yuni atau Caca. Pokoknya Caca tidak boleh lepas sebelum Novi dan Putra menikah. Novi pun melapor pada Salman tentang Caca atau Yuni yang sudah berhasil ia singkirkan dan sekarang sedang dibawa menuju villa.

Salman turut senang mendengar kabar tersebut. Salman meminta Novi untuk memastikan jika perempuan itu tidak akan kembali. Namun ketika itu Putra masuk ke dalam ruangan Salman hingga membuat Novi dan Salman panik.

Penulis: Annesa K. Ramadhany

(kpl/mag/ann)