MNC Perluas Akses Siaran ke Jepang

Anton | 15 April 2007, 12:23 WIB
Kapanlagi.com - Kelompok media MNC (Media Nusantara Citra) yang membawahi sejumlah media seperti RCTI, TPI dan Global TV, kini semakin mengembangkan jaringan industri media massa dengan membuka akses siaran televisi kabel berlangganan yang bisa dinikmati masyarakat Indonesia di Jepang.

Peresmian pembukaan akses jaringan siaran televisi kelompok MNC itu berlangsung di ANA Intercontinental Hotel, Tokyo, Sabtu (14/4) malam, yang dihadiri Dirut MNC Hary Tanoesoedibjo dan Duta Besar RI Jusuf Anwar beserta mitra usahanya pimpinan Acsses Plus, perusahaan telekomunikasi di negara Matahari Terbit itu.

Hari Tanoesoedibjo mengemukakan, pihaknya merupakan kelompok usaha media yang pertama kali melebarkan jaringan siaran televisi ke luar negeri guna mewujudkan visi perusahaan yang ingin bermain di tingkat global.

"Latar belakang ekspansi usaha ini dilakukan karena nantinya industri media itu akan 'borderless' sehingga pelebaran akses bersiaran ke Jepang ini merupakan antisipasi menuju tren tersebut," ujarnya.

Ia menambahkan, langkah selanjutnya nanti setelah Jepang adalah Singapura, Hong Kong dan Timur Tengah. Negara-negara yang banyak terdapat masyarakat Indonesianya.

Dengan demikian warga Indonesia idi luar negeri tidak akan ketinggalan dan dapat menyaksikan perkembangan yang terjadi di tanah air secara langsung di depan matanya.

"Ekspansi siaran internasional kita mulai dari Jepang, karena cukup banyak juga masyarakat Indonesia-nya. Siarannya juga dapat dinikmati 24 jam dalam sehari," ujarnya.

Alasan lain pemilihan Jepang sebagai ekspansi internasionalnya, Hary mengemukakan bahwa di Jepang setelah ada perusahaan telekomunikasi yang secara spesifik membidik konsumennya hanya untuk negara-negara tertentu, yaitu Acsses Plus.

"Konsumennya banyak yang berasal dari Asia Tenggara dan juga Asia Timur. Jadi sesuai dengan tahapan ekspansi MNC," kata Hary.

Sementara itu Dubes Jusuf Anwar dalam sambutannya mengatakan, keberadaan siaran televisi Indonesia di Jepang tentunya dapat menambah kemudahan warga Indoensia di Jepang untuk mengakses informasi, terutama perkembangan di dalam negeri.

"Pembukaan ini baik sekali, terutama jika dikaitkan dengan peringatan 'tahun emas' hubungan bilateral Indonesia Jepang yang berusia 50 tahun pada tahun mendatang," ujar mantan Menteri Keuangan itu.

Siaran televisi itu dapat ditangkap dengan memasang dekoder dan parabola serta tentu saja membayar uang langganan. Selain RCTI, TPT dan Global TV, kelompok media itu juga memiliki koran seperti Seputar Indonesia, dan sejumlah stasiun radio.

Tren media di Indeonsia saat ini kian mengindustri yang ditandai dengan kepemilikan sejumlah media masa di tangan satu kelompok usaha. Suatu kecenderungan dari perkembangan industri media global. (*/bun)

Editor:  

Anton