Picu Tindak Kekerasan, Sinetron Ini Dilabeli Tak Layak Tonton

Mahardi Eka Putra | Kamis, 15 Mei 2014 13:01 WIB
Picu Tindak Kekerasan, Sinetron Ini Dilabeli Tak Layak Tonton
Kapanlagi.com - Televisi punya pengaruh besar dalam perkembangan masyarakat terutama dalam pola pikirnya. Pasalnya televisi punya tingkat ekspos yang tinggi di antara media massa lainnya. Meski demikian, salah satu tayangan televisi yang punya jam tayang paling tinggi dan paling banyak ditonton, sinetron, dipandang makin hari makin meresahkan.

Komisioner KPI, Agatha Lily, mengungkapkan sepanjang tahun 2013 sampai April 2014, KPI menerima sebanyak 1600-an pengaduan masyarakat terhadap program sinetron dan FTV.  Program itu dianggap meresahkan dan membahayakan pertumbuhan fisik dan mental anak, serta mempengaruhi perilaku kekerasan.

Jenis pelanggaran tersebut meliputi: bullying, kekerasan fisik, kekerasan verbal, menampilkan percobaan pembunuhan, adegan percobaan bunuh diri, menampilkan remaja yang menggunakan testpack karena hamil di luar nikah, adanya percobaan pemerkosaan dan sebagainya.

Berikut ini beberapa judul yang menurut data KPI tak layak ditonton. Bagaimana menurutmu?

1 dari 5 halaman

1. GANTENG GANTENG SERIGALA

GANTENG GANTENG SERIGALA
GANTENG-GANTENG SERIGALA menjadi judul sinetron terbaru yang ditayangkan oleh SCTV setiap hari. Seperti terbaca dari judulnya, sinetron satu ini memaparkan kisah perseteruan antara manusia serigala dan juga kaum vampir. Mirip TWILIGHT? Kubu kontra pun menanggapi demikian. Sedangkan mereka yang menyukai sinetron ini tak hentinya dibuai oleh penampilan Kevin Julio, Ricky Harun dan juga Dicky SMASH.

Terlepas dari pro dan kontra yang menyertai GANTENG-GANTENG SERIGALA,  judul sinetron satu ini berhasil menarik banyak perhatian. Terbukti ratingnya yang tinggi hingga saat ini dan juga banyak dibicarakan di jejaring sosial. Kisah yang mengundang kontroversi dan juga pemain muda yang tampan dan cantik menjadi kuncinya.

Meski dibungkus dengan tema komedi, dialog dalam setiap episodenya masih menyisakan kekerasan verbal seperti mengumpat, bergunjing, dan mencela. Tampaknya hal tersebut yang membuat sinetron ini harus dilabeli tak layak tonton oleh KPI. Dengan ratingnya yang tinggi, sudah pasti sinetron ini punya pengaruh kuat kepada setiap yang menontonnya, terlebih mereka yang masih anak-anak.

Dari segi kreativitas, serial ini pun jadi sorotan karena meniru banyak detil yang ada dalam film TWILIGHT, seperti adanya vampir, manusia dengan darah istimewa, serta yang paling kentara, manusia serigala.

 

2 dari 5 halaman

2. AYAH MENGAPA AKU BERBEDA

AYAH MENGAPA AKU BERBEDA
Serial AYAH MENGAPA AKU BERBEDA diangkat dari film layar lebar berjudul sama. Dinda Hauw yang menjadi tokoh utama dalam film langsung digaet untuk membintangi sinetronnya. Harapannya, benang merah cerita masih bisa tersampaikan lewat kehadiran Dinda.

Dalam cerita, Dinda berperan sebagai Angel, seorang siswi tuna rungu yang kerap dibully karena kekurangannya tersebut. Jadilah ia menjadi sasaran cacian dari temannya. Sekolah seakan digambarkan sebagai tempat yang angker bagi mereka yang punya kekurangan fisik. 

Sinetron ini dibintangi oleh Dinda Hauw, Immanuel Caesar Hito, dan Lucky Perdana.

Pengembangan sinetronnya jelas berbeda dari apa yang ditampilkan dalam film. Jika filmnya menuai pujian karena menyertakan kisah menyentuh dan sarat pesan, sinetronnya yang baru tayang Maret lalu ini ternyata banyak berisi dengan dialog-dialog bullying dan juga kekerasan verbal. Dua hal tersebut yang sering terselip entah sengaja atau tidak dalam adegan sinetron.
3 dari 5 halaman

3. PASHMINA AISHA

PASHMINA AISHA
Pashmina dan Aisha (yang keduanya diperankan oleh Aura Kasih) adalah saudara kembar yang terpaksa harus tinggal terpisah. Mereka berdua menjalani hidup dengan gaya yang sangat berbeda. Pashmina diadopsi keluarga kaya terpaksa harus meninggalkan Indonesia untuk mengobati sakit jantung yang dideritanya, sedangkan Aisha tetap besar di panti asuhan.

Mengulang resep lama dalam sinetron yakni tentang keluarga kaya versus keluarga miskin, PASHMINA AISHA pun akan memaparkan tentang jurang perbedaan antara keluarga kaya dan keluarga miskin. Tak luput perseteruan serta perebutan harta menjadi bumbu-bumbunya.

Dengan tema yang demikian tentulah kekerasan verbal jadi menu wajib dalam setiap episodenya. Dan lagi ancaman pembunuhan tak satu dua kali disertakan dalam film. Jelas sinetron ini tak bisa dikategorikan sebagai acara yang mendidik.
4 dari 5 halaman

4. ABG JADI MANTEN

ABG JADI MANTEN
ABG Jadi Manten merupakan sebuah sinetron yang ditayangkan di SCTV per Maret tahun ini. Sinetron ini diproduksi oleh Amanah Surga Productions. Pemainnya antara lain: Hardi Fadhillah, Melody Prima, Bisma SM*SH, Reza SM*SH, Ilham SM*SH, Gary Iskak, Fanny Fabriana, Ferry Maryadi, dan Shinta Bachir.

Dengan jajaran pemain yang terhitung apik, sinetron ini mengisahkan tentang remaja anak SMA dengan kekentalan Betawi. Ada keluarga yang punya anak cowok tapi kemayu sedang yang satunya punya akan cewek tapi tomboy. Bagaimanakah kedua keluarga ini berinteraksi?

Tema yang apik sebenarnya jika saja dialog dalam sinetron yang dihadirkan tak menyisipkan kekerasan verbal, cacian, dan juga bullying. Penokohan unik kedua tokoh utamanya (kemayu dan tomboy) ternyata menjadi bahan segar untuk lontaran cacian dari tokoh-tokoh yang lainnya/
5 dari 5 halaman

5. DIAM-DIAM SUKA

DIAM-DIAM SUKA
DIAM-DIAM SUKA adalah salah satu sinetron prime time andalan SCTV yang ditayangkan sejak tahun 2013 lalu. Kini sinetron yang dibintangi oleh BLINK, Dimas Anggara, Derby Romero, Fero Walandouw, Kevin Lukas, Haykal Kamil, Audi Marissa, dan Rianti Cartwright ini telah memasuki musim ke dua dengan penambahan banyak tokoh.

Sinetron ini mengisahkan tentang percintaan remaja anak-anak SMA dengan segala problematikanya. Dengan ratingnya yang tinggi, DIAM-DIAM SUKA pun merambah ke musim kedua dengan judul DIAM DIAM SUKA: CINTA LAMA BERSEMI yang tayang sejak tanggal 30 April 2014.

Hampir sama seperti sinetron Indonesia kebanyakan, terutama sinetron yang mencakup tentang kehidupan remaja, DIAM DIAM SUKA terlalu melebih-lebihkan kehidupan remaja di sekolah maupun di kampus. Alih-alih menekankan pada hal-hal yang wajar dan riil, sinetron ini lebih menekankan pada perseteruan antar murid dengan kekerasan verbal dan bullying pula.

(kpl/dka)


Editor:  

Mahardi Eka Putra

↑