Tampilkan Tarian Erotis, Bolly Star Vaganza Kena Semprit KPI

Guntur Merdekawan | 27 Maret 2015, 07:22 WIB
Tampilkan Tarian Erotis, Bolly Star Vaganza Kena Semprit KPI
Kapanlagi.com - Program Bolly Star Vaganza mendapat teguran tertulis dari Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPI Pusat). Acara yang memasang nama Shaheer Sheikh tersebut  dianggap melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS) tahun 2012.

Teguran menyorot episode tertanggal 8 Maret 2015 kemarin yang tayang pukul 13.37 WIB. Dalam salah satu segmen, program unggulan stasiun televisi ANTV ini menampilkan seorang wanita yang tengah menari erotis.

KPI Pusat menilai tayangan itu tidak sesuai dengan norma yang berlaku dalam masyarakat serta dapat membawa pengaruh buruk bagi anak-anak dan remaja. Walhasil, beberapa pemirsa melaporkannya ke KPI dan turunlah somasi berikut..

"Jenis tayangan ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas norma kesopanan dan kesusilaan, perlindungan anak-anak dan remaja, pelarangan adegan seksual, serta penggolongan program siaran," ungkap KPI seperti yang tertulis dalam surat teguran dengan nomor 282/K/KPI/03/15, Kamis (25/3).

Tayangan Bolly Star Vaganza ditegur KPI / KapanLagi® - Bayu HerdiantoTayangan Bolly Star Vaganza ditegur KPI / KapanLagi® - Bayu Herdianto

KPI Pusat pun memutuskan bahwa tayangan yang menghadirkan bintang-bintang serial Mahabharata, Navya, dan Jodha Akbar ini telah melanggar beberapa pasal. Beberapa di antaranya Pasal 9, Pasal 14 ayat (2), Pasal 16, dan Pasal 21 Pedoman Perilaku Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012. Serta Pasal 9 ayat (2), Pasal 15 ayat (1), Pasal 18 huruf i, dan Pasal 37 ayat (4) huruf a Standar Program Siaran.

Tak hanya itu, KPI juga menyorot episode 7 Maret 2015 pukul 21.03 WIB yang menampilkan tarian dengan atribut seragam SMA tanpa memerhatikan aturan yang berlaku terkait pemakaian seragam sekolah. "Adegan demikian tidak pantas untuk disiarkan karena menampilkan perilaku dan cara berpakaian yang bertentangan dengan etika yang berlaku di lingkungan pendidikan," lanjutnya.

Berdasarkan pelanggaran tersebut, KPI Pusat memberikan sanksi administratif Teguran Tertulis. Pihak ANTV pun diminta menjadikan P3 dan SPS KPI Tahun 2012 sebagai acuan utama dalam penayangan sebuah program siaran agar tidak mengulang hal serupa.

(kpl/abs/gtr)

Reporter:  

Adi Abbas Nugroho