Soleh Solihun

Sebelum terkenal menjadi stand up comedian, Soleh merupakan seorang wartawan. Namun, setelah tujuh tahun menggeluti profesinya, Soleh dipecat dengan alasan loyalitas terhadap perusahaan. Pasalnya, Soleh suka siaran di radio swasta dan melakukan dua profesi yang tak diizinkan oleh perusahaannya.

Soleh tidak menyesal, baginya, selalu ada pembelajaran dari setiap tindakan, terlepas dari benar salahnya. Hikmah yang didapatnya dari insiden ini, keberanian untuk melompat dan menemukan hal baru.

Ia teringat ketika diminta menjadi memandu acara pentas musik tiga band pada 2010. Di sela acara, ada jeda sekian menit. Sembari menunggu penampil berikutnya, Soleh membunuh kebosanan penonton dengan melontarkan lawakan. Pada saat itu, ada yang merekam lawakan Soleh dan di-upload ke YouTube. Karena banyak menonton, salah satu stasiun televis swasta yang saat itu sedang mengusung Stand Up Comedy Indonesia menawari job melawak kepada Soleh.

Pada saat melawak pertama kali, waktu yang diberikan 20 menit. Saking asyiknya melawak, Soleh bertahan sendiri di panggung hingga 40 menit. Materi lawakan didapat dari kegelisahan komedian terhadap suatu hal. Isu tergantung sudut pandang para komedian. Pandji Pragiwaksono misalnya, sering menggelindingkan isu nasionalisme. Raditya Dika berkicau soal relationship, sementara Soleh bicara kehidupan sehari-hari.

Meski demikian, melawak itu tidak selamanya lucu. Suatu kali, Soleh ditawari melawak tunggal di depan Jokowi sebelum menjadi Gubernur Jakarta. Pada saat itu, Soleh melawak tentang lalu lintas Jakarta, hanya beberapa orang yang tertawa, termasuk Joko Widodo dan Megawati Soekarnoputri.

Setelah terkenal menjadi stand up comedian, ia kerap bermain film komedi bersama Raditya Dika seperti Cinta Brontosaurus dan Manusia Setengah Salmon.

Filmografi:

Cinta Brontosaurus (2013)
Manusia Setengah Salmon (2013)
Luntang Lantung (2014)
Bajaj Bajuri The Movie (2014)

Lebih Lengkap