Tjut Nyak Deviana Daudsjah

Musisi bernama lengkap Tjut Nyak Deviana Daudsjah ini lahir di Jakarta. Dari kecil ia sudah memperlihatkan bakat musiknya di usia 5 tahun. Tak mau menyia-nyiakan bakat sang anak, orang tua Deviana langsung membawanya mengambil kelas formal di Bangkok, Thailand. Namun saat usianya menginjak 18 tahun, ia memutuskan untuk pergi ke Jerman demi mendalami ilmu piano klasik beserta komposisinya di Musikochshule Freiburg.

KARIR
Kegigihan Deviana membuahkan hasil. Ia menjadi Direktur untuk Jazz & Rockschule Freiburg Germany, di mana kurikulim yang diciptakannya diakui oleh pemerintah setempat. Bukan hanya di Jerman, Deviana juga menjadi profesor untuk ensembel, piano, vokal, improvisasi, choir dan latihan pendengaran di Music Academy Basel Jazz Departement, Swiss. Di sini ajarannya juga diakui secara resmi oleh Swiss Association of Music Educators.

Pekerjaan Deviana tidak berhenti. Walau tinggal dan bekerja di Eropa selama 26 tahun, ia masih sempat melewati 34 tahun terakhir di Thailand dan Amerika. Festival kenamaan pun pernah dicicipinya, sebut saja Grand Lancy Jazz Festival di Genewa, Altreu International Jazz Festival Swiss, Stuttgart Jazz Open Germany, Lugano Jazz Festival Swiss, serta penampilan memukaunya di National Theater Basel Swiss, di mana ia dianugerahi sebagai Artis Luar Biasa.

5 kali sudah Deviana menjadi pemenang pertama kompetisi SoulJazz Band di German pada 1978. 2 kali juara pertama kontes Swiss National and National Swiss TV of Eurovision Sing di Swiss pada 1982 dan 1983 yang membuatnya ditawari album rekaman produksi BMG Ariola Swiss dan Polygram Germany. Sayang Deviana menolaknya. Ia lebih memilih mengejar karirnya secara independen untuk berkonsentrasi di pendidikan musik. Pada tahun 1997, ia menerima penghargaan sebagai Pianis Jazz Terbaik di Zuerich-Oerlikon Swiss.

Setelah melanglang buana di luar negeri, Deviana memutuskan kembali ke Jakarta di awal tahun 2000. Ia bekerja sama dengan Nick Mamahit - pianis legendaris Indonesia, membangun Yayasan Daya Bina Budaya dan Institut Musik Daya Indonesia, sebuah akademi musik independen dengan standarisasi kurikulum internasional di Indonesia.

Atas jasa-jasanya, Deviana meraih penghargaan Citra Kartini dari Menteri Peranan Wanita pada tahun 2005. Di 2007, ia menjadi anggota Departemen Pendidikan Konsortium Musik RI. Tugas lembaga ini adalah memberi standart National Arts Curriculum dan National Association of Arts Pedagogue & Practitioners untuk penyetaraan kualitas Pendidikan Seni di Indonesia.

Sejak membangun Institut Musik Daya Indonesia pada 2001, Deviana bersama para koleganya sukses melahirkan 8 mahasiswa dengan gelar Bachelor dan Master di 2006, 2007, dan 2009. Beberapa di antara muridnya sukses. Mereka adalah komposer/arranger/konduktor dalam film-film ternama seperti LASKAR PELANGI, PHOTOGRAPH, dan GARUDA DI DADAKU.

Pada 5 Maret 2010 nanti, Deviana menghibur penggemar dan pecinta jazz lewat Java Jazz Festival di Jakarta International Expo (JIExpo), kawasan PRJ Kemayoran.
Lebih Lengkap